ILUSTRASI

Bandung, BeritaTKP.com – Polisi telah membeberkan motif dari pelaku penusukan mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) hingga tewas di Gading Tutuka 2 , Kecamatan Cakuang, Bandung. Pelaku yang berinisial FA (24), mengaku selalu diancam oleh korban CAM (23).

Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo menjelaskan, aksi penusukan pelaku bermula kala FA mengaku sakit hati oleh korban yang selalu mengancamnya. Lalu FA langsung melakukan aksinya tersebut dengan tega.

“Korban berupaya menyebarkan pribadi foto-foto milik tersangka, sehingga tersangka merasa marah dan kecewa. Kemudian merencanakan pembunuhan ini dengan cara membeli jaket ojek online dan senjata tajam,” ujar Kusworo, Minggu (13/11/2022).

Kusworo menjelaskan pelaku diancam oleh korban akan disebarkan foto-foto aibnya. Sehingga pelaku langsung mengambil handphone korban dan membuangnya.

“Foto-foto tentang kekurangan tersangka, ada juga tindakan kekerasan penganiayaan tersangka kepada korban. Yang mengakibatkan tersangka marah, dibunuh, dan handphone korban itu dibuang,” jelasnya.

Dia mengungkapkan dalam aksinya pelaku berpura-pura mengantarkan paket ke kediaman korban. Hal tersebut dilakukan guna tidak ada gangguan dan kecurigaan dari masyarakat.

“Setelah ada di dalam rumah, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajamnya atau pisaunya, dan menusukan beberapa kali ke leher korban,” ucapnya.

Kusworo menambahkan setelah melakukan aksinya pelaku langsung melarikan diri ke luar komplek tersebut.

“Dengan begitu pelaku langsung melarikan diri, korban masih bisa berinteraksi dengan para saksi. Kemudian langsung dilarikan ke RS (Otista), namun sampai di RS korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.

Kusworo mengungkapkan pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Diantaranya pasal 340 pembunuhan berencana, subsider pasal 338 pembunuhan, dan atau pasal 351 ayat 3 penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya seseorang.

“Atas perbuatannya diancam dengan pidana penjara maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” tandasnya. (RED)