Surabaya, BeritaTKP.com – Dua orang remaja yang terlibat dalam aksi tawuran di Jalan Rangkah, Kota Surabaya, pada Selasa (15/11/2022) malam lalu, diamankan oleh petugas kepolisian.

Karena menganggu kenyamanan sekitar, warga setempat melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 23.00 WIB. Tak lama kemudian polisi bersama dengan anggota Satpol PP Kecamatan Tambaksari datang ke lokasi. Massa tawuran yang melihat kedatangan mereka langsung membubarkan diri masing-masing.

Namun dua anak di bawah umur yang turut terlibat dalam tawuran tersebut diamankan dari lokasi kejadian. Dua pemuda tersebut berinisial TR (13) dan RI (16). Keduanya sama-sama warga asal Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya.

Dua remaja yang terlibat tawuran bersama dengan keluarga di Polsek Tambaksari.

Kapolsek Tambaksari Kompol Ari Bayuaji mengatakan, dua remaja yang dibawanya ini tidak mengikuti geng atau kelompok tertentu. Mereka hanyalah remaja yang berkumpul dan hendak menyerang pemuda lain di Jalan Rangkah, Kota Surabaya. “Pengakuannya tidak terlibat geng. Mereka mengaku ikut temannya. Kami tidak menemukan senjata tajam (sajam) dari keduanya,” jelas Ari.

Polisi kemudian memanggil kedua orang tua mereka dan memberitahukan apa yang sudah dilakukan anaknya ini. Kedua orang tua diminta membuat surat pernyataan bersama sang anak agar tidak melakukan perbuatan yang sama ke depannya. “Kedua remaja ini tidak pamit ke orang tuanya. Orang tuanya terkejut saat kami hubungi dan kami beritahu kenapa anaknya bisa berada di Polsek Tambaksari,” tutur Ari.

Sementara itu, Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Armudji turut prihatin dengan kasus tawuran kalangan remaja yang belakangan kerap terjadi di Kota Pahlawan. Menurut dia, solusi dari tawuran adalah memperkuat kesetiakawanan sosial. “Para pendiri bangsa berjuang agar kita bisa hidup tenang, berdampingan dan harmonis. Bukannya malah saling melukai satu sama lainnya,” kata Armudji.

Saat ditanya bagaimana langkah Pemerintah Kota Surabaya dalam mengantisipasi kejadian tawuran agar tidka terulang kembali kedepannya, pejabat yang akrab disapa Cak Ji itu menegaskan, Pemkot Surabaya melalui Satpol PP telah menggelar patroli gabungan setiap malam untuk pencegahan. Selain itu, Cak Ji juga meminta agar segenap elemen membumikan Pancasila melalui sosialisasi di sekolah hingga perkampungan.

“Kami minta pihak kecamatan dan kelurahan agar rutin menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh kampung dan pemuda untuk berbicara pentingnya memperkuat kesetiakawanan sosial,” kata Cak Ji. (Din/RED)