Puluhan Hektare Lahan Padi Milik Petani Desa Brengkok Lamongan Diduga Tercemar Limbah Pabrik

Lamongan, BeritaTKP.com – Puluhan hektare sawah berisikan padi milik petani di Desa Brengkok, Brondong, Lamongan, gagal tanam. Padi yang baru mereka tanam mendadak layu dan berubah warna lalu mati. Diduga air irigasi yang digunakan untuk mengairi sawah tercemar limbah pabrik baja. Hal ini dibuktikan dengan matinya ikan di dalam waduk, ditambah air di dalam waduk berubah menjadi oranye dan berbau menyegat.

Seorang petani Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Siskan mengaku kejadian pencemaran di lahan pertanian ini baru pertama kali terjadi dan tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada. “Dampaknya pada kami, semua tanaman padi kami mati,” akunya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Sumaji (60) warga Desa Brengkok dimana tanaman padi lahan sawahnya juga mati tercemar limbah cair yang mengalir ke sawah. Saat hujan turun dan saluran irigasi terisi air hujan, limbah yang keluar dari pipa yang terpasang di saluran irigasi tersebut meluber dan memenuhi lahan sawah di sekitar saluran irigasi. “Padi yang baru ditanam mati. Tak hanya saya, petani yang lain juga mengalami yang sama,” kata Sumaji.

Baik Siskan dan Sumaji mengatakan cemaran limbah ini terjadi sejak 5 hari terakhir. Siskan mengeluh akibat lahan yang diduga tercemar itu ia mengalami kerugian dalam jumlah banyak. Pasalnya, ia menyewa lahan tersebut sebesar Rp 10 juta untuk 2 tahun tapi tahun ini ia tidak bisa panen alias gagal panen karena ada dugaan tercemar tersebut. Akibat kejadian ini, petani yang sawahnya terdampak akibat limbah cair tersebut merugi hingga puluhan juta rupiah.

Niam, selaku Camat Brondong mengatakan sudah ada mediasi antara warga yang lahannya tercemar dengan pihak pabrik. Niam menyebut saat ini limbah sudah tidak ada lagi karena limbah yang ada itu disebutnya sebuah kebocoran. “Sudah ada mediasi antara warga dengan pabrik,” kata Niam

Dari hasil mediasi tersebut, nantinya akan ada ganti rugi untuk warga yang lahannya terdampak. “Rencananya akan ada ganti rugi kepada warga yang terkena itu,” ungkap Niam. (Din/RED)