Aksi Perundungan Marak Terjadi, Siswi SD di OKU Diinjak-Injak Teman Sekelas

OKU, BeritaTKP.com – Belakangan ini aksi perundungan atau bullying disertai kekerasan fisik marak terjadi di lingkungan sekolah. Bukan hany terjadi lingkungan sekolah menengah ataupun menengah atas namun juga terjadi dikalangan sekolah dasar sekalipun.

Aksi perundungan dan kekerasan fisik di SDN 159 Ogan Komering Ulu (OKU). Seorang siswi diinjak-injak temannya di kelas.

Seperti yang terjadi di SDN 159 Ogan Komering Ulu (OKU). Dalam video yang beredar di media sosial, tampak seorang siswi mengenakan seragam batik sedang dikerubungi oleh siswa lainnya di sebuah ruangan.

“Bukan hanya di Smp Bandung Dan Sd Ternate, kali ini terjadi di SDN 159 OKU, DS Saung Naga, Kec Peninjauan Oku,” tulis akun Instagram @andreli_48, Minggu (20/11/2022).

Siswi yang di-bully itu tampak tertunduk sambil menangis dengan menutupi wajahnya. Sementara, sambil berjoget-joget, beberapa siswa laki-laki tampak menendang serta menginjak-injak tubuh dan kepala siswi tersebut dari belakang.

Beberapa siswa lainnya terlihat kegiarangan dengan memukul-mukulkan meja kelas. Dalam juga terlihat tas siswi yang di-bully itu diinjak-injak oleh siswi perempuan.

Video kekerasan yang dialami siswi SD itu mendapat banyak reaksi dari netizen. Mereka mengecam.

“Kadang pihak sekolah menganggap kasus bullying sebelah mata, apalagi bullying verbal di anggap sepele,” tulis rafel.rorimp*****.

“Indonesia darurat Bullying#save anak# save kids indonesia…sering ajak ngobrol anak.kekerasan dilarang…ayo awasi.mereka…mirisss…” tulis sugin_w*****.

“Guru mintanya naik gaji mulu,” tulis soer*****.

“usut tuntas udah 3 video lho kek gini terus jangan jadikan anak2 sebagai alesan ga dihukum,” tulis perd*****.

“Inalilahi, jangan sampe nanti ortunya bilang” namanya jg anak2 “ iya anak anak ANAK ANJ*NG MKSDNYA,” tulis opikhan*****.

“Ini lah akibat nya kalau orang tua selalu ngomng maklum namanya anak” .. karena selalu di maklumi jadi anak bisa melakukan apa saja yang dy mau tanpa tau klau itu salah ..” tulis thutysetia*****. (red)