Wanita Jilbab Coklat Misterius Tewas Tertabrak Kereta Api di Widodaren Ngawi

Ngawi, BeritaTKP.com – Seorang wanita tak dikenal dikabarkan tewas tertabrak KA Sancaka di jalur rel kereta api dekat area persawahan memasuki Desa Sidomakmur, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (21/11/2022) kemarin, pukul 17.30 WIB.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto membenarkan peristiwa tersebut setelah dirinya mendapat informasi dari masinis KA Sancaka jurusan Banyuwangi-Jogjakarta yang mengaku nemenukan potongan tubuh manusia di KM 206+3, atau antara Stasiun Kedunggalar dan Stasiun Walikukun.

Lokasi wanita misterius yang tertemper kereta api di Widodaren, Ngawi.

“Masinis langsung melakukan koordinasi dengan Polsuska atau pihak keamanan di Stasiun Walikukun. Dari hasil penelusuran memang ditemukan potongan tubuh di KM 205, identitas belum diketahui tapi jenis kelamin wanita. Kondisi luka berat dan sudah meninggal. Kemudian langsung kami laporkan ke Polsek Widodaren,” kata Supriyanto, Senin (21/11/2022) kemarin.

Sementara itu, Wakapolsek Widodaren Ipda Daryono mengatakan, korban jilbab merah muda kecoklatan, celana legging, baju bermotif batik dan memiliki rambut agak panjang. Korban diduga berusia sekitar 35 hingga 40 tahun.

“Benar memang ada korban meninggal diduga terlemper kereta api. Dari hasil identifikasi luar bersama tim Inafis, diketahui korban ini perempuan memakai jilbab kecoklatan, dan celana legging, memakai sandal jepit warna hijau. Kami belum tahu korban ini siapa dan warga mana, jenazah korban saat ini kami bawa ke RSUD dr Soeroto untuk dilakukan visum,” kata Daryono, Senin (21/11/2022) kemarin.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, sementara ini di wilayah desa Sidomakmur, pihaknya masih belum menerima laporan dari warga yang mengaku kehilangan atau keluarga korban.

“Masih belum bisa dikenali karena kondisi wajah korban sudah sulit untuk diidentifikasi. Berikut, kondisi badan korban luka berat dengan ada bagian tubuh yang luka sangat berat. Hanya bisa diketahui lewat baju yang dipakai korban saja, ciri-cirinya seperti tadi yang kami sampaikan,” katanya. (Din/RED)