Korban Pencabulan Pimpinan Asuhan di Kulon Progo Bertambah

ILUSTRASI

Kulon Progo, BeritaTKP.com – Kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum pimpinan sebuah panti asuhan di Kabupaten Kulon Progo, DIY, masih terus bergulir hingga saat ini. Polisi menyebut jumlah korban dari pengasuh berinisial MT (46) itu bertambah bertambah dua orang.

“Total korban sekarang jadi empat orang. Seluruhnya merupakan anak panti asuhan yang masih di bawah umur,” ungkap Plh Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Dwi Wijayanto, saat dimintai konfirmasi, Senin (21/11/2022).

Tiga korban dalam kasus ini berusia 15 tahun. Sedangkan satu korban lainnya telah berusia 20 tahun. Namun, korban dewasa ini diduga sudah menjadi korban sejak usianya masih di bawah umur.

Dwi mengatakan, sudah ada 15 saksi yang diperiksa oleh polisi. Saksi itu meliputi teman korban di panti asuhan dan petugas penampung korban dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulon Progo.

“Sekarang kami masih melengkapi berkas perkara dan menunggu keterangan saksi ahli dari obgyn RSUD Wates serta psikiatri dari RSUP dr Sardjito,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinsos P3A Kulon Progo, Irianta mengatakan upaya pendampingan korban telah dilakukan bersama lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK).

Pihaknya juga telah meminta pendampingan dari organisasi non pemerintah yang berkomitmen dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan, salah satunya organisasi Rifka Annisa.

“Untuk pendampingan sudah kami lakukan. Sementara ini kondisi korban mulai membaik, hanya memang ada yang masih trauma,” ucap Irianta.

Diberitakan sebelumnya, pria berinisial MT (46), pimpinan sebuah panti asuhan di Kulon Progo ditangkap polisi karena diduga mencabuli anak asuhnya.

“Memang benar di wilayah Kulon Progo ada laporan dugaan pencabulan yang dilakukan salah satu pimpinan panti asuhan dengan korban anak asuh yang masih di bawah umur. Untuk proses pemeriksaan masih ditangani oleh Satreskrim, tersangka sudah dilakukan penahanan,” kata Iptu Dwi Wijayanto pada Minggu (9/10).

Polisi menyebut kasus dugaan pencabulan itu telah berlangsung selama hampir 2 tahun, terhitung sejak 2020 hingga 2022. Namun, kasus itu baru dilaporkan ke polisi pada 3 Oktober 2022. Tersangka MT telah ditangkap pada 7 Oktober 2022. (RED)