Miris! Istri Sering Tolak Ajakan Bersetubuh, Ayah di Mojokerto Pilih Cabuli Anaknya

Mojokerto, BeritaTKP.com – Polres Mojokerto tangkap seorang ayah berinisial R, warga Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, sebab telah memperkosa anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur. Pria yang berprofesi sebagai tukang bangunan tersebut mengaku kepada polisi telah melakukan aksinya sejak anaknya menginjak usia 5 tahun dan masih duduk di sekolah Taman Kanak-kanak (TK). “Sejak TK umur 5 tahun. Awalnya saya senggol dikit saja, terus bilang hayo ayah ngapain,” kata R saat diinterogasi oleh penyidik Unit PPA Polres Mojokerto, Selasa 22 November 2022.

R juga mengaku sudah mencabuli anaknya sebanyak empat kali. Terkahir kali ia beraksi pada 13 November 2022. Anaknya yang merasa terganggu akhirnya melaporkan hal tersebut kepada ibu kandungnya. “Empat kali saya lakukan. Yang terakhir saya gesek-gesek saja dia bangun. Kemudian bilang ke istri saya itu,” terang R.

Pelaku berinisial R digelandang ke Polres Mojokerto.

Kepada pihak kepolisian, R mengaku jika alasannya lampiaskan nafsu birahi ke anaknya karena sang istri menolak saat diajak berhubungan badan. “Istri saya kalau diajak hubungan alasannya sudah capek, ngantuk. Soalnya kan saya ajak istri saya nunggu larut malam dulu. Nunggu anak tidur,” ujarnya.

Ia juga mengaku menyetubuhi anak kandungnya itu dalam kondisi sadar. R juga mengaku melakukan aksinya itu di dalam kamar ketika sang istri tidur. Dalam melakukan aksi bejatnya, ia mengancam mencubit korban apabila korban tidak mau melakukan persetubuhan dan pencabulan tersebut. “Tidak punya uang kalau beli. Saya sadar (tidak mabok),” tegasnya.

Seperti diberitakan Ngopibareng.id sebelumnya, seorang ayah di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto tega mencabuli anak kandungnya sendiri. Bahkan pria berinisial R ini menjadikan anaknya sebagai budak pencabulan selama bertahun-tahun.

Berdasarkan hasil interogasi yang didapatkan pihak polisi kepada pelaku, R menyetubuhi anakn kandungnya sejak anaknya berusia 5 tahun hingga berusia 10 tahun atau kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Bisa disimpulkan, R telah melakukan aksinya sejak tahun 2017 silam. Namun aksinya harus berakhir setelah anaknya melaporkan dirinya kepada istrinya, kemudian kasus ini sampai pada Polres Mojokerto pada 15 November 2022.

Atas dasar laporan dari Ibu kandung korban itulah pihaknya kemudian melakukan pendalaman penyelidikan untuk mengusut aksi bejat sang ayah tersebut. “Terduga pelaku sudah kami amankan dan sudah dilakukan pemeriksaan,” tegas Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Gondam Prienggondhan.

Akibat perbuatannya terduga pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan/atau Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. “Ditambah sepertiga karena pelaku adalah ayah kandungnya sendiri,” ungkap Gondam. (Din/RED)