Seorang ABG di Batang Diperkosa 3 Pemuda di Kebun Teh

ILUSTRASI

Batang, BeritaTKP.com – Tiga pemuda dibekuk oleh Polres Batang, Jawa Tengah, terkait kasus dugaan pemerkosaan pada seorang ABG disebuah kebun teh.

Ketiga pelaku inisial SK (33), HS (34) keduanya warga Desa Kalisari, Kecamatan Blado dan WAR (37) warga Desa Besani, Kecamatan Blado, Batang.

Kasat Reskrim Polres Batang AKP Yorisa Prabowo mengatakan penangkapan itu berawal dari laporan yang dibuat oleh orang tua korban.

“Ya, kita telah berhasil mengungkap kasus itu, atas dasar laporan dari orang tua korban. Kita berhasil amankan ketiganya, kemarin,” kata Yorisa, Selasa (22/11/2022).

Menurut Yorisa, perkosaan terhadap korban berusia 14 tahun itu terjadi pada akhir September lalu di sebuah kebun teh yang berada di Desa Kalisari, Kecamatan Blado. Namun, orang tua korban baru melaporkannya beberapa hari lalu.

“Kita terima laporan langsung kita dalami dan kita lakukan penangkapan pada ketiga pelaku. Mereka juga mengakui atas perbuatannya,” kata Yorisa.

Kasus itu berawal saat korban sepulang sekolah nongkrong bersama teman pria satu sekolahnya di sekitar Lapangan Pagilaran. Saat itu seorang pria tiba-tiba datang dan mengusirnya.

“Korban bersama temannya kemudian pergi. Dalam perjalanan sesampainya di Desa Kalisari, sepeda motor diberhentikan salah seorang pelaku, kemudian mengajak korban dan teman korban untuk ikut masuk ke jalan setapak memasuki perkebunan teh,” jelas Yorisa.

Di tempat tersebut ketiga pelaku memaksa korban dan temannya untuk berhubungan intim. Karena berada di bawah ancaman, keduanya memenuhi perintah tersebut. Kemudian salah satu pelaku merekamnya menggunakan ponsel.

Kemudian, dengan ancaman bakal menyebarkan video rekaman itu, ketiganya memerkosa remaja itu secara bergantian.

“Dengan rasa takut, korban menuruti permintaan berhubungan badan dengan para pelaku, secara bergiliran,” ucapnya.

Atas peristiwa tersebut, korban mengalami trauma, yang kemudian akhirnya melaporkan ke orang tuanya dan dilanjutkan ke Polres Batang.

“Ketiga pelaku mengakui atas perbuatannya tersebut. Masih kita tangani kasus ini,” jelas Yorisa.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (red)