Duuh……! Proyek Jalan Rigid Beton Belum 100% Selesai Sudah Retak, Lalu Siapa Yang Bertanggung Jawab?

Bojonegoro, BeritaTKP.com – Pemkab Bojonegoro terus menggecarkan untuk melakukan pembangunan sarana dan prasaran sesuai dengan asas manfaat dilingkungan masyarakat Kabupaten Bojonegoro.

Dengan adanya pembangunan sarana dan prasarana, serta keterbukaan dan interkoneksita antara wilayah di Kecamatan Baureno, Bojonegoro, merupakan hal penting guna menunjang kehidupan sehari-hari serta memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat.

Seperti halnya proyek pembangunan jalan dengan konstruksi rigid beton jalan Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Proyek yang diketahui bersumber dari Anggaran BKKD (Bantuan Khusus Keuangan Desa) P APBD Tahun 2021 sebesar Rp. 4.776.483.500.54.

Namun sangat disayangkan dalam hal pengerjaannya dapat dipastikan, di luar jauh dari  aturan. Begitu juga telah dilakukan adanya pembiaran dari dinas maupun instansi setempat.

Selain itu, dari pantauan awak media pelaksanaan proyek tersebut juga dinilai kurang transparan, karena dari awal pengerjaan tidak adanya papan informasi proyek. Bukan hanya itu dalam pengerjaannya dinilai tidak profesional dan asal asalan.

Perwakilan warga desa Sumuragung, Kecamatan Boureno, yang tidak bersedia di sebutkan namanya ketika ditemui dan di wawancara awak media di kediaman nya Selasa 22 Nopember 2022 menyampaikan banyak hal berkaitan dengan situasi yang terjadi di desa mereka saat ini.

Mereka menyampaikan keluhan tentang banyak hal dan untuk saat ini mereka meminta perhatian terkait proyek BKKD saat ini yang sedang dalam proses pengerjaan, “Proyek ini pak, belum ada satu bulan dan saat ini juga masih dalam proses pengerjaan, tetapi hasilnya menyedihkan pak, banyak yang sudah patah, dan retak retak, itu ada 4 sampai 5 titik, lantai dasar juga banyak yang tidak sesuai spesifikasi pemasangan nya, hanya di tumpuk saja, besi stross juga banyak yang tidak sesuai spek, kedalaman stross hanya 40 cm saja, lantai dasar nya banyak yang sudah rusak, bahkan ada beberapa titik stross tidak dikasih. kami tahu persis bagaimana proses pengerjaan nya, jadi kalau hasil nya seperti ini banyak yang sudah patah dan retak retak ya wajar, kualitas nya jauh”, ujar salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya itu.

Dari pengamatan awak media di lokasi tampak memang ada 4 dan 5 titik sudah pada patah dan retak, dan proyek tersebut masih dalam proses pengerjaan, ada 4 orang pekerja di lokasi pekerjaan, lantai kerja (lean Concrete) juga banyak yang rusak retak-retak.

Dimohon kepada Pemerintah Kecamatan Baureno selalu memonitoring dan Instansi terkait Pemkab Bojonegoro Untuk lebih intens dalam mengawasi Pembangunan di Desa. Agar sesuai dengan apa yang diharapkan.

Sementara sampai dengan berita ini ditayangkan, pihak media akan terus melakukan konfirmasi dan Verifikasi kepada Pemdes Sumuragung dan Instansi terkait tentang proyek pekerjaan ini. (Ali)