Manfaatkan Momen Pilkades Untuk Taruhan, 4 Botoh di Magelang Digulung Polisi

Magelang, BeritaTKP.com – Polresta Magelang mengamankan empat botoh yang memanfaatkan momen pemilihan kepala desa (Pilkades) sebagai bahan taruhan. Nilai taruhannya mencapai hingga Rp 28 juta per orang.

Pilkades yang menjadi ajang taruhan itu berlangsung di Desa Banaran pada 6 November lalu. Aksi perjudian itu tercium aparat sehingga dilakukan penangkapan sehari sebelum pilkades berlangsung.

Empat tersangka yang ditangkap inisial AN (50), SD (43), MA (31) dan SM (47). Mereka berempat ini warga Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

4 Botoh yang diamankan polisi

“Pilkades ini ada masyarakat yang memanfaatkan dengan melakukan bermain judi. Jago menang akan mendapatkan taruhan yang telah disepakati,” kata Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, Selasa (22/11/2022).

Sementara itu, Plt Kasat Reskrim Polresta Magelang AKP Setyo Hermawan mengatakan tim Resmob Polresta Magelang yang sedang melakukan pemantauan di beberapa desa yang melaksanakan pilkades.

“Saat itu mendapati informasi adanya beberapa pihak yang memanfaatkan momentum itu (pilkades) untuk melakukan taruhan. Pertama ditangkap tersangka AN dan mengembang pada tersangka lain. Ada yang berperan sebagai pengepul, perantara,” kata Setyo.

“Kami sangkakan Pasal 303 KUHP atau 303 bis dengan ancaman 10 tahun penjara,” ujarnya.

Besarnya taruhan untuk dari masing-masing pemasang sebesar Rp 28 juta. Saat itu uang yang terkumpul sebesar Rp 56 juta.

“Ada potongan komisi jadi barang bukti yang diamankan sejumlah Rp 53,2 juta,” ujarnya.

Menurut Setyo, saat ini masih ada satu orang yang dicari berinisial S yang berperan sebagai pemodal.

Salah satu tersangka SD mengaku baru pertama kalinya berjudi dengan memanfaatkan momen pilkades. Dia mengaku melakukannya untuk meramaikan hajatan itu.

“Motivasinya karena pesta rakyat 6 tahun sekali,” tuturnya. (red)