Pejabat Kejati Sumsel Mangkir Dari Panggilan Penyidik Terkait Kasus Mafia Tanah

Bandar Lampung, BeritaTKP.com – Pejabat dari Kejati Sumatera Selatan berinisial AM mangkir dari panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Lampung. AM dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka atas kasus mafia tanah.

Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Reynold Hutagalung mengatakan AM dijadwalkan diperiksa pada Selasa (23/11) kemarin. Karena tidak hadir maka pihaknya akan menjadwalkan pemeriksaan ulang terhadap AM.

“Iya benar yang bersangkutan kemarin tidak hadir dalam panggilan penyidik,” katanya, Rabu (23/11/2022).

Menurut Reynold yang bersangkutan saat ini tengah menjalani pemeriksaan internal di Kejati Sumatera Selatan tempat dirinya berdinas.

“Jadi hasil koordinasi kami, bahwa dia saat ini tengah menjalani pemeriksaan internal di Kejati Sumsel. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak Kejati,” terang dia.

Sebelum memanggil ulang AM, pihaknya terlebih dahulu menunggu hasil dari pemeriksaan internal yang dilakukan Kejati.

“Untuk pemanggilan selanjutnya, akan dilakukan setelah yang bersangkutan selesai diperiksa secara internal oleh pihak Kejati,” tandasnya.

Oknum Jaksa AM ditetapkan menjadi tersangka pada Senin (21/11). Penetapan ini setelah penyidik melakukan gelar perkara dalam kasus penyerobotan lahan milik warga dan pemalsuan menggunakan sertifikat asli di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan.

Dalam perkara ini Polda Lampung telah menetapkan lima tersangka, dua di antaranya merupakan oknum pegawai BPN Lampung Selatan dan pensiunan polisi.

Di sisi lain, Kasi Penkum Kejati Sumsel, Mohd Radyan mengaku belum tahu koleganya, AM dijadikan tersangka mafia tanah.

“Kami belum dapat info (AM jadi tersangka,” kata Radyan dikonfirmasi detikSumut, Senin (21/11).

Menurut Radyan, hingga hari ini AM masih bertugas seperti biasa seperti yang disampaikan beberapa lalu, sebagai kepala seksi atau Kasi E di bidang Intel di Kejati Sumsel.

“Masih (masuk hari ini). Masih (bertugas seperti biasa),” kata Radyan.

Namun, Radyan mengungkapkan jika AM saat ini tidak bertugas di Palembang, melainkan sedang berada di Jakarta. AM, katanya, sedang melakukan assesment atau evaluasi terhadap jabatan di sana. “Dia lagi assesment di Jakarta,” katanya.

Radyan berjanji akan menyampaikan kepada publik jika memang informasi penetapan tersangka terhadap AM telah pihaknya terima.

“Nanti kalau dapat (informasinya), akan kita infokan ya,” jelas Radyan. (red)