Kejam! Bocah Kelas 2 SD di Malang di-Bully Seniornya, Padahal Lagi Sakit Tipus

Malang, BeritaTKP.com – Seorang anak yang masih menduduki bangku Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Malang menjadi korban dugaan perundungan dan penganiayaan oleh teman-temannya. Parahnya, korban yang mendapatkan perundungan tersebut dibully hingga mengalami luka-luka dan membuatnya tidak masuk sekolah.

Ayah korban bernama Edi Subandi bercerita awal mula anaknya yang masih duduk di kelas 2 SD menjadi korban dugaan perundungan dna penganiayaan oleh teman-temannya berjumlah 3-4 orang yang duduk di kelas 6 SD. Awal mulanya, sang anak memang tidka masuk ke sekolah selama 10 hari karena sakit tipus dan baru masuk sekolah pada Jum’at (11/11/2022) lalu dengan kondisi masih sakit. Namun, di hari itu anaknya terlambat pulang ke rumah.

Foto ilustrasi.

“Ternyata di SDN 1 Jenggolo, di depan Bendungan Sengguruh. Jadi pada saat di parkiran itu diseret tiga atau empat anak, kita kurang jelas, yang jelas diseret ke Bendungan Sengguruh yang ada di depan sekolah, dianiaya di situ. Ditendang kepalanya, dadanya, sempat sesak nafas,” ucap Edi Subandi, pada Rabu (23/11/2022) kemarin.

Setelah dianiaya dan dilakukan perundungan, anaknya ditinggal sendiri di Bendungan Sengguruh itu. Lantas anaknya tak berani menyeberang, hingga akhirnya ditemukan oleh pencari rumput di Bendungan Sengguruh Kepanjen, Kabupaten Malang. Anaknya sempat ditanya oleh sang pencari rumput itu sebelum akhirnya menyeberangkannya untuk kembali ke sekolah mengambil sepeda anginnya dan pulang ke rumah.

“Sampai rumah itu menangis, sepadanya dilempar. Tapi tidak berani bilang ke orang tua. Hari Sabtu tidak masuk. Saya tinggal kerja, kemudian dia muntah tidak berhenti-berhenti. Sama kepalanya pusing,” ujarnya.

Edi menganggap bahwa itu karena efek sakit tipusnya yang kambuh. Kemudian ia membawa ankanya ke bidan langganan dan diberi obat, hingga akhirnya 1-2 hari berikutnya mualnya reda.

“Tapi masih pusing. Kemudian tiga hari kemudian pusingnya tidak tertolong, tidak panas. Kemudian langsung kejang. Kita bingung, ini dari lihat seperti orang kesurupan tapi bukan, tapi muntah terus,” tuturnya.

Tak menunggu lama, Edi membawa anaknya ke rumah sakit. Saat pemeriksaan rontgen di rumah sakit Ramdani Husada Jatikerto, Kromengan, pada tubuh anaknya ditemukan luka memar di bagian dada dna kepala bagian belakang. Bahkan kalau dipegang anaknya mengaku sakit nyeri.

“Besok paginya. Jadi malam masih di rumah. Waktu kejang itu langsung, paginya ke (RS) Ramdani. Kalau luka tidak ada, tapi hasil rontgen ada di dada, sama kepalanya benjol, kalau dipegang sakit yang belakang,” pungkasnya. (Din/RED)