Anggaran Belanja 2021 Diduga Diselewengkan BPBD Jatim

Surabaya, BeritaTKP.com – Penyelewengan anggaran negara kian marak terjadi dan dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab yang mencari keuntungan pribadi. Seperti temuan yang ditemukan oleh awak media BeritaTKP dilapangan diduga ada penyelewangan anggaran yang dilakukan oleh oknum BPDB Jatim.

Pada tahun 2021 anggaran dana BTT untuk belanja paket lauk pauk dan tambah gizi di BPBD Jatim sebesar Rp 870.309.000,00 yang dimenangkan oleh PT. Bhaskara Arthamulia Perkasa yang beralamat di Tiara Regency C-6, Sidoarjo.

PT. Bhaskara Arthamulia Perkasa yang beralamat di Tiara Regency C-6, Sidoarjo.

Dari anggaran tersebut serta berdasarkan temuan awak media ini di lapangan dan LHP BPK RI Tahun 2021 terdapat dugaan tindak pidana korupsi dari dana tersebut.

Kerugian dana tersebut terindikasi ada dugaan kongkalikong antara pihak BPBD dan rekanan dalam rangka pembelian paket lauk pauk dan tambah gizi di BPBD Jatim. Pasalnya PT. Bhaskara Arthamulia Perkasa merasa tidak pernah menerima tawaran dari pihak BPBD Provinsi Jatim untuk belanja tersebut sejak tahun 2021-2022.

Ibu Damayanti selaku pemilik PT Bhaskara Arthamulia Perkasa mengatakan bahwa ia tidak tahu menahu tentang anggaran sebesar itu untuk pembelanjaan paket lauk pauk dan tambah gizi seperti yang dianggarkan oleh BPBD karena sejak tahun 2021-2022 PT nya tidak pernah merima job atau tawaran untuk bekerja sama dari pihak BPBD Jatim.

“Saya nggak tahu soal masalah itu karena sejak tahun lalu hingga sekarang saya tidak pernah menerima tawaran dari pihak sana (BPBD Jatim) tapi kenapa kok nama PT saya yang dicantumkan pada anggaran tersebut,”ujar Ibu Damayanti kepada awak media BeritaTKP.

Dan ibu Damayanti pun juga merasa kaget ketika dikonfirmasi tentang anggaran dana tersebut yang mengatasnamakan PT nya. Setelah mendapatkan pengakuan dari ibu Damayanti awak media semakin yakin tentang adanya penyelewengan dana di BPBD Jatim.

Pada saat ditemui ditempat kerjanya pada hari Kamis (24/11/2022) Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jatim Satriyo Nurseno, S.STP, M.IP mengatakan bahwa “informasi tersebut hanyalah kesalahpahaman dan saya berharap kita selalu menjaga kemitraan dan masalah ini tidak perlu diberitakan ke media,”ujar Satriyo. (tim)