Kadispenau Ungkap Motif 4 Senior Aniaya Prajurit TNI AU Hingga Tewas

ILUSTRASI

Papua, BeritaTKP.com – Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengungkapkan motif dari empat senior yang menganiaya prajurit TNI AU Prada Muhammad Indra Wijaya hingga meregang nyawa.

“Para seniornya bermaksud melakukan pembinaan kepada juniornya. Ini motifnya,” kaya Indan, Kamis (24/11/2022).

Indan menambahkan, TNI AU masih menyelidiki kasus penganiayaan senior terhadap junior tersebut. Sebelumnya, keempat senior ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

Prada Indra merupakan Tamtama di Sekretariat Makoopsud III Biak. Prada Indra dinyatakan meninggal dunia, Sabtu (19/11/2022). di RS Lanud Manua Biak.

“Prada Muhammad Indra Wijaya dilaporkan telah meninggal di RS Lanud Manua Biak, setelah sebelumnya pingsan di mess tamtama Tiger Makoopsud III Biak,” terang Indan.

Menanggapi tewasnya Prada Indra, TNI AU pun menetapkan empat senior sebagai tersangka usai menganiaya Prada Indra hingga tewas. Empat senior tersebut antara lain Prada SL, Prada MS, Pratu DD, dan Pratu BG. Mereka dijerat pasal pembunuhan.

“(Pasal yang disangkakan) 338 KUHP tentang Pembunuhan, 351 KUHP ayat 3 tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Meninggal,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah saat dihubungi, Rabu (23/11/2022).

Tak hanya itu, keempat tersangka dijerat Pasal 131 KUHPM ayat 3 terkait penganiayaan atasan kepada bawahan.

“131 KUHPM ayat 3 pemukulan atasan kepada bawahan dalam dinas, menyebabkan kematian,” ujarnya.

“Pasal 338 KUHP ancaman hukuman 15 tahun juncto Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun juncto pasal 131 ayat (3) KUHPM, dengan ancaman hukuman 9 tahun,” sambungnya. (RED)