Lari dari Rumah, Gadis SMP Jombang Malah Disekap-Diperkosa Duda Pengangguran asal Tanggerang

Jombang, BeritaTKP.com – Seorang siswi SMP di Jombang diperkosa sebanyak 17 kali oleh seorang duda pengangguran. Korban yang niat hati ingin kabur dari rumah karena sudah muak dengan masalah keluarganya, malah dijadikan budak pemuas seks oleh pelaku dan dibawa ke sebuah tempat kos di Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Selama disekap oleh pelaku sejak pertengahan bulan Agustus lalu, korban diperlakukan secara tidak manusiawi.

Beruntungnya korban kini sudah mendapat pertolongan dari pihak Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang. Korban ditemukan oleh petugas di sebuah kamar kos di wilayah Ciledug pada Rabu (23/11/2022) lalu, sekitar pukul 09.00 WIB.

“Kami temukan korban disekap di sebuah kamar kos. Karena tersangka mengunci korban setiap hari di dalam kos itu,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha saat jumpa pers di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim, Jumat (25/11/2022) kemarin.

Di hari penyematan korban, tim yang dipimpin oleh Giadi tersebut langsung meringkus pelaku. Pria itu adalah Gus Yusuf Ma’arif (41) warga Kelurahan/Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Tidak hanya menyekap korban di kamar kos, duda pengangguran ini juga berulang kali memperkosanya selama 3 bulan lebih. Bahkan, selama itu pula korban diperlakukan tak manusiawi oleh Yusuf. “Selain disekap dan disetubuhi, korban juga diperlakukan tidak manusiawi oleh pelaku. Karena korban hanya diberi makan sehari 1 kali,” ujarnya.

Giadi menjaskan, pelaku bernama Yusuf berkenalan dengan korban melalui media sosial. Dalam komunikasi via medsos tersebut, Yusuf merayu akan menikahi gadis berusi 15 tahun tersebut. Korban pun terbuai dan nekat kabur dari rumah.

Yusuf lantas menjemput korban di dekat tempat tinggalnya pada 15 Agustus 2022 sekitar pukul 00.30 WIB. Tersangka membonceng korban menggunakan sepeda motor ke tempat kosnya di Ciledug. Keesokan harinya, orang tua korban melapor ke Polres Jombang sebab putrinya tiba-tiba saja menghilang. “Kami selidiki, ternyata korban dijemput seseorang. Kemudian kami lacak sejak Agustus sampai November, kami dapatkan informasi korban berada di Ciledug,” jelasnya.

Berbekal informasi itu, Giadi memimpin sebuah tim untuk menyelidiki keberadaan korban di Ciledug selama beberapa hari. Pencarian 3 bulan lebih terhadap gadis berusia 15 tahun itu menuai hasil. Korban berhasil dibebaskan dari penyekapan dan kembali ke pelukan orang tuanya di Jombang.

“Tersangka kami kenakan pasal 332 KUHP, ancaman hukumannya 9 tahun penjara. Juga kami lapis dengan undang-undang Perlindungan Anak,” tegasnya.

Kini Yusuf harus meringkuk di Rutan Polres Jombang. Kepada polisi pria itu mengaku lebih dulu berkenalan dengan korban via Instagram selama 2 bulan. Selanjutnya korban meminta dijemput karena ingin kabur dari rumah. “Tidak dibujuk apa-apa, dia memang ingin kabur karena masalah keluarga,” ujar tersangka.

Alih-alih tak merayu korban, Yusuf mengaku memang ingin menikahi gadis di bawah umur itu. Sehingga ia rela datang ke Jombang menggunakan sepeda motor untuk menjemput korban. Yusuf berdalih menyekapnya di tempat kos karena korban selalu menolak diajak pulang ke rumah. Korban lebih suka berada di tempat kos sambil memelihara kucing. (Din/RED)