Dua Karyawan Penjaga Gudang Sepatu di Grand City Mall Gondol 154 Pasang Sepatu

Surabaya, BeritaTKP.com – Dua orang karyawan yang dipercaya untuk menjaga gudang sepatu merek League di Grand City Mall, Jalan Gubeng, Kota Surabaya, dilaporkan telah membobol dan mencuri beberapa isi dari gudang sepatu tersebut.

Dua orang pembobol gudang tersebut adalah Imam (41), warga Jalan Blambangan II, Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo; dan Bagus (35), warga Jalan Turisari, Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Tersangka Imam dan Bagus diamankan polisi setelah terbukti mencuri sepatu di tempat kerjanya di Grand City Mall, Gubeng.

Kedua tersangka Imam dan Bagus saat diamankan di Polsek Simokerto, Kota Surabaya.

Tersangka diduga telan mencuri sebanyak 154 pasang sepatu hingga membuat pemilik perusahaan sepatu mengalami kerugian sebanyak Rp 59,8 juta. Kedua lelaki itu ditangkap dengan barang bukti sembilan pasang sepatu dan satu kaos kaki hasil pencurian.

Tersangka Imam dan Bagus ditangkap setelah polisi mendapat laporan tentang kehilangan sepatu di gudang Grand City yang cukup sering. Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar mal tersebut. Penyidik mencurigai aksi pembobolan itu dilakukan orang dalam.

Nah, akhirnya diketahui dua karyawan penjaga gudang yang mengambil ratusan pasang sepatu. Unit Reskrim Polsek Simokerto yang mengetahui keduanya baru beraksi langsung mengejar dan menangkap pelaku. “Kami tangkap keduanya saat membawa sepatu curian,” kata Kanitreskrim Polsek Simokerto Iptu Sutrisno, Minggu (27/11/2022) kemarin.

Ia mengungkapkan, kedua tersangka mengakui jika mencuri sepatu tersebut. Mereka biasa beraksi ketika malam hari lantaran sepi. Dia melihat kondisi gudang dulu. Jika melihat pegawai gudang lengah, mereka masuk. Satu tersangka masuk, sementara temannya menunggu di luar untuk membawa sepatu keluar dari lokasi.

Lalu keduanya membawa pulang sepatu tersebut. Hasil pencurian ini selanjutnya akan dijual oleh kedua tersangka di wilayah Sidoarjo. Tersangka mengaku sekali beraksi bisa mencuri lima pasang sepatu. Ini sudah dilakukan sejak lama.

“Pengakuannya mereka mencuri sejak bulan Maret sampai November. Sepatunya sudah laku semua. Kami amankan sembilan pasang yang belum terjual,” jelas Sutrisno. (Din/RED)