Video Seks Sesama Jenis Ketahuan Atasan, Sejoli Gay Oknum TNI Jatim Dipecat-Dibui 7 Bulan

Surabaya, BeritaTKP.com – Sepasang prajurit TNI berinisial AW dan WPL dijatuhkan hukuman penjara oleh Pengadilan Militer Surabaya karena telah terbukti berhubungan (pacaran) sesama jenis antara satu sama lain. Tak hanya itu, keduanya juga dipecat dari institusi dengan asalasan telah melakukan hubungan seks sesama jenis yang termasuk dalam golongan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Diketahui pasangan gay tersebut bertemu pada saat mengikuti pendidikan Sekolah Tamtama (Secata) pada tahun 2021. Mereka lantas bersama ditempatkan di Kota Makassar

Pada awal 2022, keduanya dipindahkan ke Surabaya dan mereka berlayar satu kapal. Dalam pelayaran itulah, mereka saling menambatkan hati dan melakukan oral seks.

Gambar ilustrasi.

Tak cukup sampai disana, hubungan keduanya berlanjut hingga tinggal di Sidoarjo. Bahkan tak segan, mereka mengulang perbuatannya berkali-kali, baik di barak atau di wisma. Hingga pada suatu hari, keduanya merekam hubungan oral seks pada Juni 2022 lalu dengan HP-nya. AW berperan sebagai perempuan dan WPL sebagai laki-laki.

Perbuatan asusila keduanya terungkap saat dilakukan pemeriksaan rutin atasan pada 7 Juli 2022. Petugas mendapati video itu sehingga keduanya diproses secara hukum. AW dan WPL pada akhirnya harus duduk di kursi pesakitan.

“Menyatakan Terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘Ketidaktaatan yang disengaja’. Pidana pokok selama penjara 7 bulan. Pidana tambahan dipecat dari dinas militer,” demikian lansir webite Mahkamah Agung (MA), Selasa (29/11/2022) kemarin.

Alasan lain yang didasari oleh majelis untuk memecat dan memenjarakan keduanya yaitu karena keduanya dianggap dapat menularkan penyakit HIV/AIDS yang sangat pasti tidak diperbolehkan untuk menghadapi kontijensi pertahanan negara yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental setiap Prajurit TNI.

“Perbuatan para Terdakwa yang melakukan perilaku seks yang menyimpang dengan sesama jenis sangatlah tidak patut dilakukan karena selaku prajurit TNI seharusnya para Terdakwa dapat menjadi contoh bagi masyarakat di lingkungan para Terdakwa, utamanya dalam mentaati aturan hukum sehingga perbuatan para Terdakwa sangat bertentangan dengan aturan perundang-undangan maupun ketentuan agama apapun sehingga harus diberikan tindakan tegas,” demikian pernyataan majelis yang diketuai Letkol Arif Sudibya dengan anggota Mayor Musthofa dan Mayor U Taryana. (Din/RED)