Emosi Tampar Klien saat Tagih Hutang, Debt Colector di Surabaya Malah Disabet Pisau

Surabaya, BeritaTKP.com – Saat menjalani tugasnya untuk menagih hutan kepada salah satu klien di Jalan Pakis Gunung I-B, seorang debt colector malah disabet pisau. Korban yang diketahui bernama Syafi’i, warga Jalan Tambak Asri, mendapatkan luka pisau di bagian dahi.

Karena tidak terima atas perlakuan kasar yang didapatinya, korban melaporkan hal ini ke Mapolsek Sawahan, dan hingga kini kasus masih dalam penyelidikan anggota reskrim.

Kejadian itu, dibenarkan oleh Sri, istri Ketua RT 11 Pakis Gunung. Ia mengungkapkan, kejadian pada Minggu (27/11/2022) lalu, sekitar pukul 11.30. Ketika itu, ada lima orang debt colector mau nagih utang ke wanita berinisial KT, termasuk Syafi’i.

Suasana perseteruan antara keluarga wanita berinisial KT dan sejumlah debt colector.

Sesampainya di rumah, dua orang masuk untuk menagih hutang dan ditemui oleh Agung, suami si wanita berinisial KT. Nah, saat menagih hutang inilah teman dari Syafi’i emosi lalu menampar Agung. “Kata warga saat menagih utang, teman dari debt colector malah emosi dan menampar yang punya utang,” ungkap Sri, Selasa (29/11/2022) kemarin.

Setelah itu, dua debt colector meninggalkan rumah Agung. Merasa ditampar, adik Agung bernama Tyo tidak terima lalu sambil membawa pisau mengejar dua debt kolektor tersebut lalu disabet pisau. Warga yang mengetahui adanya percekcokan tersebut langsung melerai dan merawat Syafi’i. Selanjutnya, pergi dan melapor ke Polsek Sawahan.

“Mungkin sebagai saudara tidak terima kakaknya ditampar, lalu melukai korban dengan pisau. Lukanya cuma kecil di kening dan sudah dirawat oleh warga dan dikasih perban,” tandas Sri.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Sawahan Iptu Hafis Mokoginta saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Pihaknya berencana memanggil saksi dan periksa terduga pelaku. “Terus kita gelar. Kalau memang terbukti kita naikkan tersangka,” kata Hafis.

Mantan Kanitresmob Polrestabes Surabaya, itu menjelaskan kejadian bermula debt colector (DC)menagih utang sebesar Rp 5 juta ke rumah nasabah. Suaminya nasabah menanyakan ada surat tugasnya. Dua orang masuk ke dalam, dua orang menunggu di luar.

“Tapi kata DC, ngapain nanya surat tugas, emang mau bayar. Tiba-tiba tetangganya ikut ngusir. Setelah DC pergi jalan kaki, dikejar sama nasabah akhirnya dibacok di pelipis sebelah kiri,” jelas Hafis.

“Setelah membuat laporan dan visum korban, polisi akan panggil saksi-saksi DC 4 orang dari penagihan kredivo. Juga periksa korban dan yang merekam sama temannya yang menunjukkan surat tugas. Sepertinya terlapor sakit hati menanyakan surat perintah tidak dikasih,” pungkas Hafis. (Din/RED)