Jalan Darurat Nganjuk-Bojonegoro Belum Bisa Dilewati, Saat ini Proses Pemasangan Box Culvert

Bojonegoro, BeritaTKP.com – Pengerjaan pada jalan darurat yang menghubungkan Nganjuk dan Bojonegoro belum selesai dan pastinya belum boleh dilalui oleh kendaraan manapun. Diketahui jalan ini sebelumnya dibongkar untuk mengalirkan air Waduk Pacal. Jika dilihat di lokaksi pengerjaan, jalan yang dibongkar itu kini akan pasang box culvert dengan ukuran 2×2 meter. Box tersebut rencananya akan menyambungkan jalan yang dibongkar.

Humas PT Adhi Karya, P Undun saat dikonfrimasi membenarkan bahwa jalan tersebut masih belum bisa dilewati karena masih dalam proses pemasangan box ke 8. Untuk pesanan 20 biji, baru datang 9.

Selain dilakukan pemasangan box culvert, di jalan darurat sekitar proyek Jembatan Kedungjati, pihaknya juga mendatangkan tim penyelam. Ini untuk membersihkan sampah di sekitar pintu Waduk Pacal. “Untuk tim penyelam kita minta bersihi sampah yang nyumbat di pintu air waduk,” ujar Udun, Selasa (29/11/2022) kemarin.

Proyek jembatan Kedungjati yang belum rampung sendiri selama ini banyak dikeluhkan warga. Padahal proyek telah dikerjakan sejak Agustus hingga November 2022.

“Secara umum, untuk segera diselesaikan paling tidak jembatan daruratnya segera dibuatkan, sehingga akses transportasi bisa lancar, karena ini satu satunya jalan penghubung Bojonegoro-Nganjuk,” ujar Kardi, Warga Temayang.

Hal senada juga di sampaikan oleh Gatot Rian Eko Prabowo, selaku ketua Kadin Bojonegoro, ia berharap Proyek jembatan Kedungjati segera diselesaikan oleh pihak rekanan. Sebab hal ini mempengaruhi aktivitas ekonomi Bojonegoro.

“Kerusakan jembatan itu akan mengganggu perekonomian di Bojonegoro, terutama kelancaran pengerjaan proyek infrastruktur yang sebagian besar bahan material proyek di Bojonegoro berasal dari wilayah selatan,” tuturnya.

“Banyak warga dan sopir angkutan material yang terpaksa harus memutar jalannya melalui Jombang. Kami mendesak agar penanganan perbaikan lebih serius serta cepat agar dampaknya tidak meluas dan berimbas ke masyarakat lebih banyak,” tandas Gatot.

Penyebab jalanan tidak bisa dilewati yaitu karena sebelumnya hujan deras yang mengguyur Bojonegoro sejak siang hingga membuat debit air di Waduk Pacal naik. Akibatnya sungai irigasi di Desa Kedungjati, Kecamatan Temayang meluap. Karena meluap, pekerja proyek kemudian menjebol waduk yang juga menjadi jalan di atas waduk. Ini agar air bisa mengalir dan tak meluap ke mana-mana. (Din/RED)