Tumpukan Limbah Medis di Gempol Dibiarkan, Dinas Terkait Tutup Mata

Gempol, BeritaTKP.com – Tumpukan limbah medis berupa jarum suntik bekas pakai dan spet, botol obat, bungkus obat-obatan, dan botol infus lengkap dengan selang yang masih terhubung nampak dibiarkan saja. Seperti yang didapati oleh LSM Kelompok Pemuda Anti Korupsi Merah Putih (Kapak Merah Putih) bersama awak media di penampungan rongsokan warga Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (30/11/2022).

tumpukan limbah medis yang dibiarkan

Diduga limbah medis tersebut berasal dari rumah sakit, puskemas, atau klinik yang berada didekat situ. Fika merupakan salah satu penampung limbah medis saat dikonfirmasi tidak menyebutkan darimana asal dari sampah-sampah medis tersebut seolah-olah Fika berniat menutupi sumber pendistribusian awal limbah medis itu.

Hal ini membuat Candra selaku sekretaris LSM Kapak Merah Putih geram dan melaporkan dugaan kecerobohan pemilik gudang ke Tipiter Polres Pasuruan. Candra mengatakan dalam peristiwa ini seharusnya dinas terkait memantau pengolahan limbah medis yang semestinya limbah ditampung dan di kelolah oleh pihak yang telah ditentukan.

Saat dikonfirmasi dinas terkait tentang pengaruh terhadap lingkungan dan masyarakat, Heru Kadis DLH Kabupaten Pasuruan dalam pesan singkatnya di aplikasi perpesanan menyampaikan bahwa dirinya masih dinas diluar.

“Saya ada giat diluar mas” tulis Heru.

Di sisi lain Kadis Kesehatan Ani Latifah saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi perpesanan menyampaikan, apabila limbah medis tersebut berasal dari klinik ataupun puskesmas bisa dilaporkan ke pihak nya.

“Semua pelayan kesehatan sudah bekerjasama dengan pihak ke-3 limbah medisnya, karena itu syarat terbitnya SIP (Surat ijin praktek). Kalau sudah jelas kliniknya, monggo (silahkan) dilaporkan ke Dinkes. Kalau sudah jelas Yankes (Pelayan Kesehatan) mana yang tidak sesuai aturan dalam pelelolahan limbahnya,” pesan Ani Latifah

Candra menegaskan, Limbah medis bersifat berbahaya bagi kesehatan lingkungan, dan bagi masyarakat sekitarnya. Limbah medis jika tidak dikelolah dengan baik dan sesuai prosedur dapat mencemari lingkungan. Untuk menghindari risiko tersebut maka diperlukan pengelolaan limbah medis baik Rumah Sakit, Klinik ataupun Puskesmas.

“Untuk itu kami selaku LSM melakukan pelaporan ke Polres Pasuruan guna mendorong pihak Kepolisian menertibkan dan mengamankan pelaku pengepul limbah medis yang membahayakan lingkungan, terutama yang terpenting memotong jaringan pendistribusinya yang diduga kuat ada pihak Yankes secara sengaja melawan hukum untuk memperkaya diri. Kami bisa menduga demikian karena, dengan akal sehat dari mana lagi kalau bukan dari Yankes,”jelas Candra.

“Sesuai dengan pasal 104 Undang-undang nomor 32 tahun 2009, limbah medis tidak diperkenankan dibuang pada sembarang tempat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 diancam dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak tiga miliar rupiah,” lanjutnya. (tim)