Pelaku Pembunuhan Pria di Kontrakan Bandung Berhasil Dibekuk Polisi

Kabupaten Bandung, BeritaTKP.com – Polisi berhasil membekuk enam pelaku yang diduga membunuh pria berinisial Y (47) yang ditemukan tewas didalam rumah kontrakannya. Korban ditemukan tewas dengan sejumlah luka di kontrakannya di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Keenam tersangka itu kini harus menginap di balik jeruji besi Polresta Bandung. Para tersangka itu, yakni CC (24), RS (20), AI (33), MI (33), AH (44) dan TR (17).

Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo mengatakan kasus penganiayaan ini berawal saat warga menemukan korban Y dalam keadaan tak bernyawa di kontrakannya. Setelah itu polisi langsung melakukan penyelidikan.

“Jadi warga masyarakat mengetahuinya jam 07.30 WIB dan dilaporkan Polsek Soreang, dan kemudian dinaikkan oleh Reskrim Polresta Bandung. Setelah itu jam 08.00 WIB kami meluncur ke TKP. Kemudian diketahui adanya korban inisal Y dalam kondisi tak bernyawa,” ujar Kusworo di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (30/11/2022).

Kusworo mengungkapkan saat polisi mendatangi kontrakan korban terlihat beberapa luka di tubuh korban. Pihaknya kemudian melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Adapun kondisi mayat pada saat itu adalah pendarahan di seputaran wajah dan kepala. Kemudian langsung dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi dan divisum,” katanya.

Dia menyebutkan setelah itu polisi langsung melakukan penyelidikan dengan mencari informasi kepada saksi. Tak berselang lama para tersangka bisa diamankan polisi.

“Alhamdulillah dalam kurun waktu kurang dari dua jam, jam 09.00 WIB dari semenjak diketahui penemuan mayat, kami bisa mengamankan satu dari enam tersangka,” kata Kusworo.

“Satu dari enam tersangka itu kemudian mengembang kepada tersangka-tersangka lainnya, yang akhirnya keseluruhan tersangka sebanyak enam orang ini bisa diamankan,” ujar dia menambahkan.

Para tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara.

“Pasal 170 ayat 3 KHUP, karena penganiayaan tersebut mengakibatkan meninggal dunia. Ancaman hukuman 12 tahun penjara,” ucap Kusworo. (red)