Merasa Gaji Tak Cukup, Pegawai Konter HP di Bantul Nekat Jadi Maling

Bantul, BeritaTKP.com – Pegawai konter HP berinisial TAS (41) alias Bagong nekat melakukan menggasak 3 buah ponsel di tempat ia bekerja.

Saat melakukan aksinya Bagong masih sempat menuliskan surat permintaan maaf kepada pemilik konter.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry menjelaskan, Bagong merupakan karyawan di konter HP itu. Kejadian berawal saat Bagong berjaga di tempat kerjanya tanggal 31 Oktober sekitar pukul 01.00 WIB. Selanjutnya, Bagong membuka etalase dan mencuri tiga unit gawai atau smartphone.

“Setelah mengambil 3 HP itu pelaku keluar konter dan menutup pintu dengan gembok dan kuncinya ditaruh di bawah lampu lava,” katanya kepada wartawan di Polsek Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Rabu (30/11/2022).

Selanjutnya, sekitar pukul 09.00 WIB penjaga konter lainnya yakni S datang untuk membuka konter. Namun, S malah menemukan secarik surat dari Bagong yang merupakan warga Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja itu.

Berikut isi surat tersebut:

“Aku jaluk maaf, aku neng kene wes gak iso golek uang gantinya. Aku arep neng luar kota, secepatnya aku udah dapat uang aku kembalikan semua. Kunci di bawah lampu lava kidul (Aku minta maaf, aku di sini sudah tidak bisa mencari uang gantinya, aku mau ke luar kota, secepatnya jika aku sudah dapat uang aku kembalikan semua. Kunci di bawah lampu lava selatan),” tulis Bagong dalam surat itu.

“Setelah mengecek etalase ternyata tiga unit HP sudah raib, lalu saksi lapor ke pemilik konter dan berlanjut laporan ke Polsek Bantul,” ucapnya.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil membekuk Bagong di dalam bus jurusan Jogja-Solo pada 7 November lalu. Dari hasil pemeriksaan, Bagong mengakui perbuatannya dan telah menjual dua unit smartphone hasil curiannya.

“Dari pengakuan, dia (Bagong) baru pertama kali mencuri. Dari tiga HP yang dicuri, dua sudah dijual karena butuh uang untuk menghidupi keluarganya,” ujarnya.

Atas perbuatannya, Bagong disangkakan Pasal 362 KUHP tentang pencurian. “Untuk ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara,” katanya.

Sementara itu, Bagong mengaku terpaksa mencuri tiga unit smartphone di tempat kerjanya karena selama ini menilai gajinya kurang untuk menghidupi keluarganya. Ayah dua anak ini bahkan sempat berupaya meminjam uang kepada bosnya namun tidak diberi.

“Selama ini gajinya tidak cukup untuk menghidupi keluarga. Sempat pinjam uang (sama bos) tapi tidak dikasih, jadi terpaksa mencuri tiga hp tersebut,” kata Bagong. (red)