Perempuan Otak Penipuan Investasi Bodong Berhasil Dibekuk Polres Tasikmalaya

Tasikmalaya, BeritaTKP.com – Seorang perempuan berinisial WW diamankan oleh pihak kepolisian. Perempuan itu ditangkap lantaran menjadi otak dari investasi bodong yang merugikan puluhan orang di Tasikmalaya.

WW sebelumnya dilaporkan oleh para korban ke Polres Tasikmalaya. Dari laporan tersebut, polisi bergerak mengusut laporan tersebut dan berhasil mengamankan WW di kediamannya.

perempuan otak penipuan di Tasikmalaya

“Atas laporan tanggal 5 November 2022 lalu, kami amankan pelaku investasi bodong. Jadi korban yang laporan ada 40 orang lebih,” kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Ari Rinaldo di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (1/12/2022).

WW diketahui merupakan pelaku utama. Dalam kasus ini, dia mengajak korban dan juga menjanjikan keuntungan dalam berinvestasi.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto menyebut WW sudah melakukan aksi penipuan sejak Februari 2022 sampai dengan November 2022.

Modusnya, kata dia, pelaku mengajak para member atau korban untuk mencairkan limit pinjaman online dari sejumlah aplikasi ternama. Korban kemudian melakukan pembelanjaan fiktif dengan menggunakan jasa pemilik toko online di aplikasi e-commerce.

Korban dijanjikan cicilannya akan dilunasi oleh WW dengan alasan bahwa pinjaman tersebut dikelola toko offline milik WW sendiri. Sementara itu, korban dijanjikan keuntungan 20 persen uang kembalian atau cash back dari pencairan.

Dia mengatakan modus yang digunakan ialah tipu muslihat dan iming-iming keuntungan tinggi serta rangkaian perkataan bohong sehingga korban mau berutang kepada aplikasi pinjaman online.

“Modus tersebut berkembang menjadi skema bisnis baru berupa deposit dengan bunga sebesar 30 persen. Jadi skema baru tersebut digunakan untuk menutupi tagihan pinjaman online dan digunakan juga untuk keperluan pribadi. Pelaku ini janjikan cash back untuk korbannya,” kata Suhardi.

Disinyalir korban aksi penipuan itu mencapai 600 orang. Polisi pun membuka posko pengaduan untuk korban lain melapor.

“Kami juga buka nomor telepon pengaduan kalau-kalau masih ada korban dari pelaku ini,” pungkas Suhardi.

Polisi juga masih membuka kemungkinan munculnya tersangka baru. Sebab, WW bekerja tidak seorang diri melainkan mengajak admin. Admin ini yang mengajak ratusan member lain.

“Masih bisa ada tersangka baru. Kami dalami” pungkas Suhardi.

WW dijerat pasal 378 tentang penipuan dan pasal 3 UU 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang dengan ancaman kurungan paling lama 20 tahun penjara. (red)