Bandar Judi Piala Dunia 2022 di Bangkalan Diringkus Polsek Galis

Bangkalan, BeritaTKP.com – Sejumlah anggota Unit Reskrim Polsek Galis bekuk langsung MR (35), bandar judi bola kelas teri, saat tersangka tengah asyik nonton bareng (nobar) ajang World Cup 2022 di sebuah warung milik warga di Dusun Petapan, Desa Kajuanak, Kecamatan Galis.

“Tersangka setiap malam rutin hadir nobar World Cup, ditangkap anggota ketika asyik menawarkan judi bola kelolaannya kepada para penonton melalui melalui jejaring WA handphone miliknya, Selasa (29/11) malam,” kata Kapolres Bangkalan, AKP Wiwit Ari Wibisono, Jumat (02/12/2022).

Dari tangan tersangka, anggota berhasil menyita beberapa barang bukti (BB). Diantaranya satu unit handphone Oppo type CPH2269 dengan nomor provider sim 1 : 087785232117 dan sim 2 : 085330836532, serta nomor chatting aplikasi shatsapp 087853045023.

Beberapa barang bukti (bb) yang didapatkan petugas dari tangan tersangka.

Barang bukti lainnya berupa dua lembar print daftar pertandingan bola World Cup 2022, dan 2 lembar tangkapan layar percakapan aplikasi whatsap antara tersangka dengan calon peserta judi bola juga diamankan oleh petugas. “Anggota juga menyita uang tunai Rp 200.000,” tandas AKBP Wiwit, sapaan akrab Kapolres.

Sementara itu, AKBP Wiwit juga membeberkan kronologi bagaimana anggotanya berhasil mengungkap kasus perjudian bola di lingkup pedesaan tersebut. Awalnya,Kapolsek Galis Iptu Bagus Setioko Darmawan, mengendus informasi dari warga bahwa sebuah warung di Dusun Petapan, Desa Kajuanak, yang kaprah dijadijadikan tempat nobar ajang World Cup oleh warga sekitar, kerap diwarnai judi bola.

“ Ya Kapolsek langsung mengamahkan tugas agar anggota Unit Reskrim Polsek melakukan lidik dan penelusuran di lapangan,” beber AKBP Wiwit. Hasilnya, terbetik info bahwa judi bola di lokasi nobar itu dikelola oleh bandar kelas teri asal dusun sepempat berinisial MR.

Alhasil, Selasa (29/11) malam sekira pukul 22.00, penggerebekan dilakukan. Terduga bandar judi bola MR berhasil dibekuk anggota Unit Reskrim Polsek. Di hadapan penyidik MR mengakui perbuatannya. Dari setiap petaruh yang pasang taruhan Rp 100.000, MR mengaku dapat keuntungan 10 %.

“Ya nominal taruhannya memang kecil-kecilan. Cuma sekelas seratus ribuan. Tetapi apapun dalihnya, perjudian adalah perbuatan melanggar hukum yang harus diberantas,” tegas AKBP Wiwit.

Oleh karena itu, Wiwit memberi pesan kepada semua Polsek jajaran di 17 kecamatan, agar tanggap dan aktif melakukan pengawasan. Sebab ajang judi bola serupa berpotensi terjadi di kecamatan lainnya. (Din/RED)