Tak Terima Dituding Nipu Belasan Emak-emak, Owner Arisan Online di Semarang Buka Suara

Semarang, BeritaTKP.com – Belasan emak-emak di Semarang melaporkan owner arisan online yang berinisial YK ke polisi. Mereka menuding bahwa owner arisan itu tidak melaksanakan kewajibannya sehingga para member arisan rugi hingga miliaran rupiah.

BELASAN EMAK-EMAK YANG MELAPORKAN OWNER ARISAN ONLINE YK

Menanggapi tudingan tersebut, kuasa hukum dari YK, Ahmad Ws mengatakan bahwa kliennya menjadi admin di arisan itu atas kesepakatan para peserta arisan. Arisan itu dimulai sejak Oktober tahun lalu.

“Arisan Japo (Jatuh Tempo) dilaksanakan berdasarkan kesepakatan seluruh member Japo,” kata Ahmad di kawasan Krapyak Semarang, Kamis (1/12/2022).

Arisan itu bergulir sesuai kesepakatan dan komunikasi dilakukan via whatsapp. Kemudian, menurut Ahmad, ada dua peserta yang setelah menang arisan tidak lagi membayar arisan atau macet.

“Sejak 21 Maret 2022 arisan Japo berhenti dikarenakan member tersebut tidak lagi membayar kewajibannya sebagaimana yang telah disepakati bersama sehingga menyebabkan arisan Japo berhenti total. Dan ada beberapa member lain berhenti untuk memenuhi kewajibannya membayar angsuran setelah mengetahui Arisan Japo berhenti total,” tegasnya.

Dia juga menyebut kliennya justru menderita kerugian karena harus menalangi dana dari kedua member yang tidak membayar arisan itu. Hal itu membuat kliennya akhirnya justru menderita kerugian hingga Rp 2,8 miliar.

Selain itu dia juga mengaku menderita kerugian imaterial terkait dengan adanya tekanan yang diterima oleh kliennya maupun keluarganya.

Peristiwa itu berujung saling lapor ke polisi. YK melaporkan dua peserta yang tidak mau membayar setelah memperoleh arisan sejak Maret 2022 lalu ke polisi. Sedangkan beberapa bulan setelahnya, beberapa peserta arisan gantian melaporkan YK ke Polda Jateng.

Saat ini YK juga menempuh jalur perdata terkait dengan masalah arisan online tersebut. Terkait disebut mencatut Kapolda, pihak YK merasa tidak melakukan pencatutan. Kepada member dia hanya mengatakan sudah membuat laporan ke Polda Jateng dan itu otomatis jadi atensi Kapolda.

“Tidak ada beking-bekingan. Kapolda tidak ada hubungannya dengan ini,” kata Ahmad.

Diberitakan sebelumnya, belasan emak-emak mengaku menjadi korban penipuan dari pengelola arisan online.

Salah satu ibu rumah tangga yang merasa menjadi korban YK adalah Lestari (57) warga Kota Semarang. Dia mengaku rugi Rp 500 juta. Saat menagih uang yang dijanjikan, menurut Lestari, DK justru membawa nama petinggi polisi. Hal itu membuat para korban kemudian lapor ke Polda Jateng.

“Saat ini laporan masih berjalan. Tapi anehnya dia malah menggugat kami secara perdata. Kalau saya tagih dia bawa-bawa petinggi Polda Jateng,” ujar Lestari.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy membenarkan ada laporan dari Lestari pada Juni 2022. YPM alias DK dilaporkan dengan kasus penipuan dan atau penggelapan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP.

“Telah dilaporkan ke SPKT Polda Jateng pada tanggal 22 Juni 2022, dan saat ini ditangani penyidik Ditreskrimum,” kata Iqbal lewat pesan singkat. (red)