Demi Dapatkan Proyek Disnakertrans, Pria di Tulungagung Tega Tipu Sepupunya Rp 5,5 M

Tulungagung, BeritaTKP.com – Seorang pria di Kabupaten Tulungagung dilaporkan oleh saudara sepupunya sendiri dengan tuduhan penipuan Surat Perjanjian Kerja (SPK) hingga merugikan sepupunya sebanyak Rp 5,5 miliar.

Tersangka yang diketahui bernama Yudha Satria Pratama (31), warga Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, berhasil menyakinkan korban untuk memberikan pinjaman uang dengan alasan untuk modal mengerjakan proyek dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat. Namun, proyek tersebut ternyata gaib. Kasusnya kini telah dilimpahan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung.

Tersangka saat mengikuti interogasi di kantor Kejari Tulungagung.

Kasi Intelijen Kejari Tulungagung, Agung Tri Radityo mengatakan, pelimpahan kasus sudah dilakukan pada 1 Desember 2022. Pihaknya telah menerima tersangka berserta barang bukti dari penyidik kepolisian terkait perkara penipuan atau penggelapan. Modus yang dilakukan tersangka yaitu dengan menunjukkan SPK palsu kepada korban.

Berbekal SPK palsu, tersangka membujuk korban untuk membantu modal dalam pengerjaan proyek fiktif tersebut. Korban sendiri tidak merasa curiga karena mempunyai hubungan baik dengan tersangka sejak kecil dan hanya berniat ingin membantu kebutuhan pekerjaan sepupunya tersebut. “Korban sudah memberikan uang kepada tersangka hingga mencapai Rp5,5 milyar. Uang itu diberikan sejak Maret hingga Juni 2022,” tambahnya.

Setelah berselang lama, proyek yang diutarakan oleh tersangka kepada korban ternyata tak kunjung ada kejelasan. Korban sendiri sudah berusaha meminta uangnya kembali lewat jalur kekeluargaan. Namun karena tidak ada titik temu, korban akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi.

“Dakwaan yang dikenakan tersangka adalah pasal alternatif. Yakni Pasal 378 KUHP tentang penipuan atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman pidana 4 tahun,” pungkasnya. (Din/RED)