Bos Travel Penjual Tiket Pesawat Fiktif Dihukum 15 Bulan Penjara

Surabaya, BeritaTKP.com – Perempuan cantik yang bernama Maria Claudia Feliany, bos travel Muara Harapan Travelindo, dituntut dengan hukuman selama 15 bulan penjara oleh majelis hakim yang diketuai oleh Mangapul di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (6/12/2022) kemarin.

Dalam vonisnya, hakim Mangapul menyatakan, terdakwa Maria terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan dengan modus menjual voucer hotel dan tiket pesawat terbang murah. Total kerugian para korban mencapai Rp 5 miliar.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Maria Claudia Feliany selama satu tahun dan tiga bulan pernjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan,” ujar Mangapul.

Maria Claudia Feliany saat mengikuti persidangan online.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 378 KUHP Juncto Pasal 65 Ayat (1) KHUP. “menetapkan pidana penjara terhadap terdakwa 1 tahun dan 3 bulan,” lanjut Mangapul saat membacakan amar putusan di Ruang Garuda 1, PN Surabaya, Selasa (6/12/2022) kemarin.

Terhadap putusan majelis hakim, baik jaksa penuntut umum (JPU) Ugik Ramantyo maupun penasihat hukum (PH) terdakwa, Aloysius Alwer, sama-sama menyatakan pikir-pikir. “Kami pikir-pikir, Yang Mulia,” kata Alwer.

Ditemui seusai sidang, Aloysius Alwer, penasihat hukum terdakwa, justru menilai bahwa putusan majelis hakim sangat tepat. “Hakim sudah mempertimbangkan rasa keadilan yang tepat karena terdakwa terbukti melakukan perbuatan pidana penipuan dan penggelapan,” ujarnya.

Namun, Aloysius Alwer menambahkan, perkara ini tidak semata-mata dibebankan kepada kliennya. Sebab, ada pihak lain yang juga ikut menikmati hasilnya. “Klien saya menjual dengan harga tiket promo, tetapi orang lain menjual dengan harga biasa,” jelasnya.

Menurut dia, hasil dari kejahatan ini tidak dinikmati oleh kliennya tetapi dinikmati oleh suaminya. “Itu diakui saksi dan terdakwa. Terhadap perbuatan suaminya ini kami melakukan tindakan hukum lainnya. Akan kita laporkan juga,” kata Aloysius Alwer.

Terdakwa Maria Claudia Feliany didakwa karena telah melakukan penipuan dengan modus menjual voucher hotel dan tiket pesawat terbang murah. Namun, voucher dan tiket tersebut ternyata fiktif dan tidak dapat digunakan pelanggannya untuk menginap di hotel maupun naik pesawat terbang. Claudia menggunakan uang pembayaran dari pelanggannya untuk bermain kripto. (Din/RED)