Terpidana Bom Bali Umar Patek Dinyatakan Bebas Bersyarat Sampai Tahun 2030

Surabaya, BeritaTKP.com – Masih ingat dengan pelaku utama pada Tragedi mematikan Bom Bali? Yap, Umar Patek. Terpidana kasus Bom Bali yang telah merasakan pengapnya ruangan penjara selama 20 tahun sejak tahun 2012 tersebut kini dinyatakan sudah bebas bersyarat. Pembebasannya terjadi pada hari yang sama dengan peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Rabu (7/12/2022) kemarin.

Kabar bebasnya Napiter Umar Patek tersebut dibenarkan oleh Koordinator Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti dalam keterangan tertulisnya.”Hisyam bin Alizein Alias Umar Patek dikeluarkan dari Lapas Kelas I Surabaya, dengan Program Pembebasan Bersyarat (PB) dan mulai hari ini sudah beralih status dari narapidana menjadi klien pemasyarakatan Bapas Surabaya dan wajib mengikuti program pembimbingan sampai dengan 29 April 2030. Apabila sampai dengan masa itu terjadi pelanggaran, maka hak bersyaratnya akan dicabut,” tulisnya, Kamis (8/12/2022).

Rika menjaskan, bahwa program PB menjadi hak bersyarat bagi narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substansif. “Diantaranya adalah sudah menjalankan 2/3 masa pidana, berkelakuan baik, telah mengikuti program pembinaan dan telah menunjukan penurunan risiko seperti yang tercantum dalam Undang-Undang No.22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan,” imbuhnya.

Status Umar Patek kini menjadi klien pemasyarakatan dan wajib ikut bimbingan sampai April 2030.”Mulai hari ini sudah beralih status dari narapidana menjadi klien Pemasyarakatan Bapas Surabaya dan wajib mengikuti program pembimbingan sampai dengan 29 April 2030,” lanjutnya.

Selain itu, Umar Patek sebagai Napiter yang terseret kasus Bom Bali itu juga telah mengikuti program pembinaan deradikalisasi dan telah berikrar setia NKRI
“Pemberian PB kepada Umar Patek juga telah direkomendasikan Badan Nasional Penangulangan Teroris (BNPT) dan Detasemen Khusus 88 (Densus 88),” katanya.

Diketahui Umar Patek merupakan salah satu dari komplotan anggota teroris yang terlibat pada serangan Bom Bali pada 12 Oktober 2002 silam. Serangan teror tersebut menewaskan 202 orang. Aksi teror tersebut dilakukan oleh Jemaah Islamiyah, yakni sebuah kelompok militan di kawasan Asia Tenggara yang memiliki hubungan dengan Al-Qaeda. Sebagian besar dari korban tewas adalah wisatawan asing.

Umar sempat menjadi buronan sebelum akhirnya tertangkap di Pakistan pada 2011. Dia akhirnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara setahun berselang.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-77 lalu, Rabu 17 Agustus 2022, Umar mendapatkan remisi sebesar lima bulan dengan alasan memiliki perilaku baik. Rika memastikan Umar telah mengikuti serangkaian program pembinaan deradikalisasi. Umar juga telah bersumpah setia untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Din/RED)