Aniaya Kliennya di Gresik, Tiga Penagih Hutang Dilaporkan ke Polsek Bungah

Gresik, BeritaTKP.com – Kasus dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga pria penagih hutang pada salah satu kliennya yang ada di Desa Raciwetan, Kecamatan Bungah, Gresik, kini masuk dalam penyelidikan polisi. Tak hanya itu, ketiganya juga diduga telah melakukan pengeroyokan kepada Shoidah (49), warga setempat.

Peristiwa yang terjadai pada hari Senin (5/12/2022) lalu, sekitar pukul 19.00 WIB, diawali dengan kedatangan tiga orang ke rumah korban, lalu berlanjut marah-marah sembari mencari menantu korban yang bernama Ajib (39) untuk menagih hutang.

Tiga orang yang dimaksud dan saat ini dilaporkan polisi itu berinisial M (55), H (30) warga, Kecamatan Bungah, Gresik, dan M (40) warga Kecamatan Manyar, Gresik.

Shoidah dan menantunya saat menunjukkan bukti surat laporan ke Polsek Bungah.

“Setelah menantu saya keluar ke ruang tamu rumah, menantu saya dikeroyok tiga orang. Saat saya melerai, satu orang langsung menendang paha kanan hingga terpental 5 meter, dan siku tangan saya terbentur tembok,” ungkap, Rabu (7/12/2022) kemarin.

Setelah itu, ibu satu cucu tersebut meminta tolong warga sekitar. Hingga warga berdatangan ke rumah korban dan melerai pengeroyokan.

Dikatakan Ajib menantu korban, dirinya saat itu dicekik dan dikeroyok oleh tiga orang. Satu perempuan dan dua laki-laki. Setelah itu, korban (ibu mertua saya) hendak melindungi, namun salah satu orang menendang, dan dua orang membantu menarik tubuh korban. “Setelah dicekik, lalu jatuh ke tembok. Ibu terus melindungi saya,” ujarnya.

Dijelaskan, persoalan pengeroyokan ini disebabkan masalah piutang dirinya bersama satu diantara tiga orang tersebut. Utang-piutang dilakukan sejak tahun 2013 hingga saat ini 2022.

“Jumlah utang saya ke mereka total Rp 205 juta, yang belum dibayar Rp 120 juta. Sudah ada kesepakatan membayar Rp 500 ribu per bulan. Namun mereka minta angka pembayaran dinaikan. Mereka seharusnya tahu saat ini saya habis babgkrut,” jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Bungah Aipda Moh Maksum membenarkan laporan tersebut. Kendati demikian, pihaknya menyebut perkara tersebut tidak memenuhi unsur pengeroyokan. “Kalau dilihat dari berita acara pemeriksaan (BAP), kasus ini tidak memenuhi unsur pengeroyokan berdasarkan fakta dan hasil ver luka. Hanya mengalami luka ringang saja,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihakya menanggapi laporan tersebut sebagai kasus tindak pidana ringan (tipiring). Karena hanya ada bekas luka memar saja, yang dikakukan penagih hutang.

“Korban hanya ditarik ramai-ramai. Kalaupun itu tetap diproses akan berpotensi besar keluarnya surat perintah penghentian penyidikan (Sp3). Berdasarkan fakta dan hasil ver hanya luka ringan tidak berat,” paparnya. (Din/RED)