UMK Surabaya Naik 3,5 Persen Tahun 2023 Mendatang, Ini Tanggapan Wawali Armuji

Surabaya, BeritaTKP.com – Terdapat kenaikan UMK di Provinsi Jawa Timur pastinya membuat masyarakat wilayah Jawa Timur bahagia, apalagi warga Kota Surabaya. Sebagai ibu kota Provinsi Jatim, UMK di Kota Pahlawan ini adalah yang paling tinggi. Sebagaimana keputusan Gubernur Khofifah, UMK 2023 Surabaya naik sekitar 3,5 persen dari UMK 2022 saat ini sebesar Rp 4.375.479 hingga nantinya akan menjadi Rp 4.525.479.

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji berharap dengan kenaikan UMK Surabaya 2023 tersebut bisa meningkatkan daya beli masyarakat. “Memang kenaikannya belum signifikan. Semoga Surabaya adem dan Tentrem, baik buruh dan karyawan maupun pengusahanya,” kata Armuji, Kamis (8/12/2022) kemarin.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2023 mendatang, lewat Surat Keputusan Gubernur Jatim Nomor 188/889/KPTS/013/2022 Tentang UMK di Jawa Timur Tahun 2023.

Besaran UMK sedikit di bawah Surabaya ada Kabupaten Gresik. UMK Kota Pudak ini juga naik dari Rp 4.372.030 menjadi Rp 4.522.030. Lalu UMK Sidoarjo dari Rp 4.368.581 menjadi Rp 4.518.581.

Sementara itu wilayah dengan UMK terendah ada di Madura, yakni Kabupaten Sampang Rp 2.114.335 dan Kabupaten Pamekasan Rp 2.133.655.

Pria yang sudah menjabat dua periode sebagai ketua DPRD Surabaya ini berharap dengan kenaikan UMK ini, masyarakat juga bisa menjadi bijak dalam penggunaan uang.

Digunakan untuk kepentingan produktif dibanding hal – hal konsumtif akan membuat siklus perputaran uang menjadi sehat.

“Tentu melalui berbagai macam pertimbangan, besaran UMK 2023 mendengarkan kemampuan dari dunia usaha dan kebutuhan rekan-rekan pekerja agar sama-sama berjalan,” kata Cak Ji

Dirinya mengajak agar semua pihak mampu menjaga iklim usaha yang sejuk di kota Surabaya antara pekerja, dunia usaha dan pasar sehingga turut berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Din/RED)