Hilang Sejak April 2022, Kakek di Blitar Hanya Ditemukan Kerangka

Blitar, BeritaTKP.com – Penemuan seorang buruh tebang tebu yang bernama Andriyani, gemparkan warga Desa ngendi, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Pasalnya, benda yang ditemukan oleh pria berusia 53 tahun tersebut adalah tengkorak manusia yang sudah tercerai berai. Andriyani menemukan tengkorak tersebut di lahan tebu petak 108 A RPH Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Lodoyo Barat, tempat ia mengais rezeki.

Terkejut mendapat dengan penemuannya sendiri, Andriyani memilih memanggil temannya yang bernama Kadianto. Mereka berdua berinisiatif mencari potongan kerangka tubuh yang lain. dan tak jauh dari lokasi temuan tengkorak tersebut, mereka mendapati tulang pinggul, tulang paha, dan salah satu tulang betis, serta sebuah celana pendek berwarna merah.

Selanjutnya Andriani mengabarkan temuan itu kepada pihak kepolisian setempat dan dilakukan identifikasi. Setelah ditelusuri, tengkorak tersebut diduga adalah Kasiran (75), warga setempat yang dinyatakan hilang sejak April lalu.

Menurut salah seorang keponakan korban yang enggan disebut namanya, sang paman menderita pikun dan sering keluar jauh dari rumah. Pada April lalu, korban pergi tanpa pamit. Dan pihak keluarga sudah mencari ke saudara serta warga desa tetapi tidak ditemukan. “Terakhir menggunakan celana pendek merah, dan itu miliknya,” katanya.

Sementara itu Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udhiono mengatakan, awalnya Andriyani sedang menebang tebu di ladang milik tetangganya, yakni Riono yang merupakan warga setempat.

Saat bekerja, tanpa disadari tatapan mata Andriyani tertuju pada sesuatu yang tampak aneh di tanah. Setelah di dekati ternyata sebuah tengkorak kepala manusia teronggok di tanah dan tertutup dedaunan tebu. Lantas dia memanggil Kardiono teman nya untuk memastikan. “Saksi memanggil teman nya untuk memastikan tentang temuan nya tersebut,” tambahnya, Jumat (9/12/2022).

Menurut Udhiono, kemungkinan korban menderita pikun dan lupa jalan pulang hingga meninggal dalam kondisi kelaparan. Melihat letak tulang-belulang korban yang berserakan, hal itu diduga akibat hewan buas. Karena menurut warga sekitar, dilokasi tersebut masih terdapat binatang buas.

Keluarga korban tidak menghendaki dilakukan autopsi, sehingga jasad yang sudah berwujud tulang belulang tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Din/RED)