Panglima TNI Sebut Kowad Kostrad Juga Ikut Terseret Kasus Asusila Mayor Paspampres

Jakarta, BeritaTKP.com – Kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan Mayor Paspampres dengan perwira muda wanita Kostrad dinyatakan tidak ada.

Jenderal TNI Muhammad Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D

Panglima TNI Andika Perkasa menegaskan bahwa bukan hanya Mayor Paspamres saja yang ditahan, melainkan Kowad Kostrad pun turut ditahan.

“Dua-duanya sudah ditahan karena dari pemeriksaan awal itu ada celah yang membuat ini semua mungkin tidak seperti yang diberitakan dari awal, yaitu tetap pemerkosaan. Jika itu bukan pemerkosaan, berarti tersangkanya dua, artinya mereka berdua adalah pelaku,” kata Andika saat dikonfirmasi pada Jumat (9/12/2022).

Adapun kasus tersebut diperkuat dengan pemeriksaan yang mengindikasikan tidak adanya unsur paksaan, tetapi kedua pelaku melakukannya berkali-kali dengan rasa suka sama suka.

“Dari hasil pemeriksaan atau pengembangan baru yang menyatakan atau yang mengindikasikan, ini tidak dilakukan dengan paksaan. Artinya suka sama suka dan beberapa kali, dan itu bukan pemerkosaan, sehingga arahnya keduanya menjadi tersangka,” jelasnya.

Status tersangka disematkan kepada Perwira TNI AD yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap perwira muda perempuan dari kesatuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Perwira berpangkat Mayor dan berasal dari kesatuan Paspampres ini juga sudah ditahan.

“Sudah tersangka,” kata Danpuspomad Letjen Chandra W Sukotjo kepada wartawan, Jumat (2/12/2022).

Perwira Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas dugaan pemerkosaan terhadap seorang perwira muda perempuan dari kesatuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Danpuspomad Letjen Chandra W Sukotjo mengatakan bahwa Polisi Militer sedang melakukan proses penyidikan atas dugaan kasus tersebut.

“Kasus sedang dalam proses penyidikan. Di TNI tidak ada sidang etik,” kata Chandra saat dikonfirmasi pada Sabtu (3/12/2022).

“Yang bersangkutan menghadapi proses hukum, maka yang bersangkutan akan diproses mulai dari penyidikan oleh Polisi Militer, sampai dengan persidangan oleh Polisi Militer,” imbuhnya. (red)