Polres Tuban Tangkap Penjual Pupuk Bersubsidi Lewat dari Angka HET

Tuban, BeritaTKP.com – Jajaran Sat Reskrim Polres Tuban berhasil ungkap dan tangkap pelaku atas kasus dugaan penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi dengan cara menjual melebihi HET kepada para petani di tingkat desa.

Dua orang pelaku penyelewengan pupuk bersubsidi tersebut adalah tak lain pemilik kios dan juga sopir pikap yang mengangkut pupuk subsidi. Kini pemilik kios dan juga sopir pikap diamankan di Polres Tuban guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Barang bukti pupuk bersubsidi yang dijual diatas HET oleh pemilik kios di Tuban.

Penangkapan penjualan Pupuk Bersubsidi yang tidak tepat sasaran itu berawal saat petugas Sat Reskrim Polres Tuban mendapatkan laporan dari para petani yang ada di wilayah Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar. Para petani yang ada di wilayah desa tersebut mengetahui terdapat kios pupuk bersubsidi yang ada di desa tersebut menjual pupuk kepada orang yang berasal dari luar Kecamatan Bancar.

“Awalnya terdapat kelompok petani yang menginfokan penjualan pupuk bersubsidi yang disinyalir di atas HET dan juga melewati ketentuan wilayah,” ujar Kasat Reskrim Polres Tuban AKP M Gananta,  saat dikonfirmasi terkait pengungkapan kasus penjualan pupuk bersubsidi itu, Jumat (10/12/2022) kemarin.

Lewat laporan dari warga sekitar, sejumlah anggota dari Sat Reskrim Polres Tuban diterjunkan langsung ke lapangan atau lokasi transaksi pupuk bersubsidi menyimpang tersebut. Saat sampai di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, petugas bersama dengan warga mendapati kendaraan pikap nopol S 9284 JD yang mengangkut pupuk bersubsidi puluhan zak.

“Atas laporan masyarakat, anggota dari Sat Reskrim Polres Tuban mengamankan satu mobil pikap yang berisikan pupuk bersubsidi. Dua orang juga kita amankan, yaitu sopir  dan pemilik kios pupuk,” sambungnya.

Berdasarkan dair hasil pemeriksaan sementara, pupuk bersubsidi yang dibeli dari kios di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar tersebut akan dibwa ke wilayah Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban. Padahal pupuk subsidi jenis urea yang seharusnya jatahnya petani Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar.

Namun oleh pemilik kios dijual ke orang luar desa dengan harga Rp 230 ribu per zak, jauh melampuai dari Harga Eceran Tertinggi (HET). “Barang bukti yang kita amankan sebanyak 30 zak. Pemilik kios dan sopir yang pikap masih kita periksa,” terangnya. (Din/RED)