Dituduh Culik Bocah, Pengamen di Surabaya Babak Belur Dimassa Warga

Surabaya, BeritaTKP.com – Seorang pengamen jalanan berinisial RD habis babak belur dipukuli warga Beringin Indah VII, Kecamatan Sambikerep, karena diduga hendak menculik bocah perempuan berinisial RA (11), pada Selasa (13/12/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.

Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, terduga pelaku dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Menurut informasi yang sudah didapatkan, terduga pelaku sehari-harinya merupakan pengamen yang tidak punya tempat tinggal tetap alias T4. Saat kejadian, pelaku sedang mengamen di lokasi. Dan saat ditanya suka sama anak kecil.

Saat dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Lakarsantri Ipda Bambang Setiawan membenarkan kejadian tersebut. Terkait kasus dugaan penculikan anak mengatakan, terduga pelaku sudah dibawa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya. “Dibawa ke PPA Polres. Orangnya nggak bawa KTP, monggo konfirmasi ke Polres,” kata Bambang.

Sementara itu, berdasarkan pernyataan Agus Slamet (30), ayah korban, kejadian bermula saat dirinya melihat putrinya menangis di depan rumah. Ketika ditanya, korban mengaku ditarik untuk diajak pria tak dikenal. Namun berontak dan menangis. Kejadian ini didengar oleh kakak dan warga setempat. “Kata anak saya ditarik diajak orang itu. Saya keluar orangnya sudah tidak ada. Tiba-tiba sudah tertangkap warga di depan apotek,” ungkap Agus.

Setelah ditangkap warga, terduga pelaku dihajar hingga babak belur. Wajahnya tampak lebam, dahi dan dada juga terdapat bercak darah. Bahkan, pakaian yang dikenakannya terlepas dan hanya mengenakan celana dalam. “Orang-orang sekitar memergoki, akhirnya dikejar. Nama pelaku belum tahu,” jelas Agus.

Setelah petugas datang ke lokasi kejadian kemudian terduga pelaku diamankan ke Mapolsek Dukuh Pakis. Sebelum akhirnya dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya. “Diamankan di Polsek Lakarsantri. Terus dibawa ke Polres,” terangnya. Dijelaskan Agus, akibat aksi terduga pria tersebut anaknya trauma dan ketakutan. Bahkan, terus menangis. (Din/RED)