Berlaku Kasar saat Menagih Hutang, Ibu dan Anak di Tulungagung Dijebloskan Penjara

Tulungagung, BeritaTKP.com – Sepasang ibu dan anak yang masing-masing berinisial BM (47) dan EWS (26) dijebloskan ke penjara, lantaran berlaku kasar saat menagih hutang kepada salah satu warga Tulungagung.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung, Achmad Muklis mengatakan, berdasarkan hasil persidangan, kedua terdakwa divonis satu bulan penjara.

Muklis menyebut, dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut kedua terdakwa dengan hukuman dua bulan. Selama proses persidangan, ibu dan anak ini dikenakan tahanan kota.

Foto kedua terdakwa saat hendak masuk lapas.

“Kami tuntut dua bulan penjara. Selama menjalani persidangan, kita kenakan tahanan kota, karena kita juga menggunakan hati nurani selama proses penuntutan,” ujar Muklis, Kamis (15/12/2022).

Muklis menerangkan, tuntutan yang diberikan berdasarkan berbagai pertimbangan. Salah satunya karena hati nurani pihaknya yang mengetahui asal mula kejadian perusakan itu. Keduanya melakukan perusakan setelah berupaya untuk menagih hutang kepada seseorang gagal. Terpicu emosi mereka lalu merusak pot tanaman tersebut.

“Apalagi ini kan asal perkaranya karena menagih hutang. Coba bayangkan kalau saudara menagih hutang, kemudian malah seperti ini. Apalagi ini kan uangnya didapat dari pinjaman bank,” tutur dia.

Sementara Kasi Intelejen Kejari Tulungagung, Agung Tri Radityo mengatakan, kedua terdakwa sangat kooperatif saat menjalani persidangan. Saat proses eksekui ke lapas setempat, mereka juga kooperatif.

Perkara ini diawali pada saat sepasang ibu dan anak menagih hutang dari seorang agel penyalur pekerja migran. Awalnya sang ibu ingin memberangkatkan anaknya menjadi TKI ke Polandia. Korban meminta uang sebesar Rp50 juta. Namun hingga batas waktu yang dijanjikan, anak terdakwa tidak juga berangkat.

Korban sendiri sudah mengembalikan uang sebesar Rp30 juta dan sisanya dijanjikan akan segera dibayar. Karena terdakwa yang tersulut emosi lantaran sisa uangnya tidak segera dikembalikan, terdakwa melakukan perusakan. (Din/RED)