Polisi Lacak Nopol Milik Pria Berpistol Yang Terlibat Cekcok Dengan Pemotor di Jaksel

ilustrasi

Jakarta, BeritaTKP.com – Pihak kepolisian masih mendalami kasus percekcokan antara pria berpistol dan seorang pemotor di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi tengah melacak nomor kendaraan pria berpistol tersebut.

“Sedang ditelusuri, nopol tersebut atas nama Timbul tapi tahun 2010 silam motor tersebut sudah dijual. Ini masih ditelusuri berpindahnya mobil tersebut,” kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Widya Agustiono saat dihubungi wartawan, Kamis (15/12/2022).

Widya mengatakan polisi belum bisa memastikan senjata api yang digunakan pria berpistol itu replika atau asli. Dia menuturkan pengusutan kasus itu masih berlanjut.

“(Senjata api yang digunakan pria berpistol itu) belum teridentifikasi,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap penyebab percekcokan pria berpistol dan pemotor di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). Polisi menyebut percekcokan itu dipicu aksi salip-salipan di jalan.

“Kalau keterangan si korban, katanya dia salip dari jalan arah Ciledug itu dia ini. Sesudah salip-salipan gitu, mungkin yang motornya di depan mungkin mobilnya mau nyalip gimana, terus panas, terus motornya mau minggir tapi butuh waktu, nggak sabaran, ya akhirnya ya jadi kayak emosi seperti itu,” kata Widya saat dihubungi wartawan, Sabtu (10/12).

Pengemudi mobil tersebut kemudian turun dari kendaraannya hingga kemudian keduanya terlibat cekcok di pinggir jalan.

“Lalu diajak ke pinggir sama si pengendara mobil, lalu turun di depan Grand Pakubuwono Teras, seperti itu yang dilihat di video selanjutnya,” sambungnya.

Widya mengatakan korban atau pemotor yang mengenakan sweater putih dalam video itu berinisial CE (27). Dia menyebutkan CE dan pemobil yang diviralkan membawa pistol, yaitu pria berkemeja biru muda, itu tak saling kenal.

“Jadi korban sama pelaku tidak saling kenal,” ujarnya.

Dia mengatakan pria berkemeja biru meminta CE meminggirkan sepeda motornya. Dia menuturkan percekcokan itu terjadi lantaran aksi salip-salipan di jalan.

“Cuma karena ada konflik di jalan itu, masalah salip-salipan, jadi mungkin emosi yang mobil suruh motor itu minggir,” ujarnya. (red)