Gasak Rumah Kosong yang Ditinggal Pemilik Nonton Jaranan, 2 Maling di Banyuwangi Kepergok Keluar dari Jendela

Banyuwangi, BeritaTKP.com – Dua orang maling yang masing-masing bernama Heri Guswanto (37), warga Desa/Kecamatan Kalipuro dan Achmad Fandy Zakaria (21), warga Desa/Kecamatan Rogojampi, diamankan warga setelah aksinya yang mencuri di salah satu rumah warga  Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, terpergok oleh pemilik rumah.

Keduanya digelandang oleh petugas kepolisian ke kantor polisi setempat setelah mengobrak-abrik ruah milik Sulisiyem di Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, pada Kamis (15/12/2022) kemarin, sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolsek Songgon AKP Eko Darmawan menjelaskan kedua pelaku beraksi pada saat rumah korban sedang kosong. Pemiliknya sedang pergi bersama sang anak menonton pertunjukkan jaranan.

Dengan memanfaatkan kondisi rumah yang sedang sepi, kedua pelaku pun berbagi tugas. Seorang masuk ke dalam rumah, sementara sati lainnya berjaga dan menunggu di halaman rumah.

Dua jam kemudian, pemilik rumah dan anaknya pulang. Ia sempat curiga saat melihat seorang tak dikenal berdiri di depan toko yang dekat dengan kediamannya.

“Kemudian anak korban ini masuk ke rumah. Dia memergoki seorang pria keluar dari rumah lewat cendela,” kata Eko, Jumat (16/12/2022).

Melihat aksinya diketahui, pria itu lekas terburu-buru berlari menuju temannya yang menunggu di depan toko. “Sontak korban berteriak “maling-maling”. Teriakan itu mengundang perhatian warga untuk datang ke lokasi,” sambung Kapolsek.

Gegara teriakan korban, nasib sial menghampiri kedua pelaku yang tak sempat melarikan diri. Keduanya dibekuk warga sebelum kabur menaiki sepeda motor bebek dengan berboncengan. Mereka juga sempat diamuk oleh massa sesaat setelah ditangkap.

Warga kemudian menghubungi petugas kepolisian. Segera, petugas Polsek Songgon datang ke lokasi untuk menggelandang dua pelaku ke kantor polisi. “Setelah menerima informasi, anggota kami langsung datang ke lokasi untuk mengamankan kedua terduga pelaku,” sambung dia.

Saat diinterogasi, pelaku mengaku selama berada di rumah, pelaku hanya berhasil membawa uang Rp 200 ribu. Uang tersebut kini telah diamankan bersama dengan barang bukti lain, seperti; sepeda motor yang dikendarai pelaku, sebuah dompet, dan satu tas.

“Anggota kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, dan memeriksa beberapa orang saksi.

Eko menambahkan, dua tersangka itu juga telah dibawa ke Puskesmas Songgon untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Hal itu untuk memastikan kondisi tersangka setelah diamuk oleh massa.

Kini, kedua tersangka harus menjalani proses hukum. Mereka terancam tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan pasal 363  ayat (1) KUHP. (Din/RED)