40 Sertifikat Tanah Milik Warga Bojonegoro Diduga Palsu, Polisi Periksa Karyawan BPN

Gambar ilustrasi.

Bojonegoro, BeritaTKP.com – Sejumlah warga Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman melaporkan oknum pegawai BPN ke polisi atas dugaan kasus penerbitan sertifikat palsu program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL), pada Selasa (6/12/2022).

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Girindra Wardana Akbar Ramdhani mengungkapkan, perkembangan perkara kasus dugaan sertifikat palsu sampai saat ini masih pada penyelidikan dan pemanggilan saksi-saksi.

“Kemarin sudah ada lima orang saksi, baik dari pelapor, juga dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) yang diperiksa dan diambil keterangan,” ujar Girindra, Jumat (16/12/2022) kemarin.

Terkait jumlah temuan sertifikat tanah yang diduga palsu, Girinda mengaku belum tahu secara pasti, karena kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Jadi, pihaknya menghimbau kepada masyarakat jika memiliki sertifikat palsu, untuk segera melapor. “Bagi masyarakat yang merasa ditipu atau dirugikan jangan takut, dapat segera melapor, pasti akan segera kami tindaklanjuti,” tambahnya.

Diduga, sertifikat tanah palsu tersebut diterbitkan oleh sang oknum melalui program PTSL lanjutan Tahun 2021 dan reguler. Warga baru mengetahui hal tersebut, setelah salah satu dari mereka mengajukan pinjaman di salah satu perbankan atau koperasi menggunakan jaminan sertifikat tanah. Namun, pinjaman itu ditolak lantaran sertifikat tanah itu tidak terregistrasi di BPN.

Dari temuan tersebut kemudian terungkap ada sekitar 40 sertifikat tanah warga yang diduga palsu. Akibat kejadian itu warga merasa dirugikan karena sebelumnya sudah membayar sekitar Rp3 juta untuk penerbitan sertifikat tanah tersebut. (Din/RED)