ODGJ di Paiton Probolinggo Bacok Warga hingga Tewas, Polisi Layangkan Timah Panas

Probolinggo, BeritaTKP.com – Polisi terpaksa menembak Erik Ferdianto (36), warga Paiton, Probolinggo, setelah aksi brutal Erik yang mengamuk dan membacok dua warga yang ditemuinya.

Sebelum mengamuk, pelaku awal mulanya keluar dari rumahnya yang ada di Jalan Taman, Paiton pada sekitar pukul 06.00 WIB. Mengetahui keponakannya keluar rumah, pamannya kemudian membututinya.

Kemudian sesampainya di Desa Randumerak, pelaku kemudian mengambil pisau milik seorang penjual bambu di pinggir jalan. Tak hanya itu, pelaku juga mengambil sepeda angin milik seorang petani yang tengah diparkir di tepi jalan.

Kondisi usai hebohnya pria di Probolinggo yang mengamuk sambil menusukkan sajam ke warga.

Sekitar pukul 08.30 WIB, pelaku sampai di Desa Kebonagung, Kraksan. Di sana, ia mendatangi kantor sebuah perusahaan ekspedisi dan membacok salah seorang pekerja kurir serta merampas motornya.

Pelaku lalu menggeber motor itu ke arah timur. Setiba di kawasan pabrik rokok, pelaku lalu menghampiri seorang warga yang tengah duduk. Sekonyong-konyong pelaku langsung menyabetkan senjata tajam ke tubuh warga itu.

Warga yang mengetahui itu langsung berteriak histeris dan tak ada berani yang menolong. Tak lama, dua anggota polisi melintas dan memperingatkan dengan tembakan peringatan. Namun upaya itu tak digubris.

Pelaku malah tambah brutal. Karena berpotensi membahayakan warga sekitar lainnya, polisi terpaksa menembak kaki pelaku. Meski sempat terjatuh usai ditembak, pelaku kembali bangkit lagi lalu membacok korban yang sudah terkapar dengan membabi buta.

Melihat kebrutalan pelaku yang semakin menjadi, polisi akhirnya memberi tembakan lagi. Pada tembakan kali ini, pelaku langsung ambruk dan terkapar di tanah. Warga yang panik kemudian berlarian menolong korban dan pelaku.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi membenarkan video beredar tersebut. Ia menyebut anggota Polsek Kraksan tersebut terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku karena membahayakan warga lain dan anggotanya.

“Benar, ada peristiwa seseorang yang melakukan penyerangan terhadap dua orang di wilayah Kraksaan menggunakan senjata tajam. Karena membahayakan, petugas akhirnya melakukan tindakan tegas terukur,” ujar Arsya, Jumat (16/12/2022) kemarin.

Arsya menambahkan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ). Pihaknya terpaksa memberikan tindakan tegas terukur karena membahayakan warga. Namun, meski tercatat mengalami gangguan jiwa, petugas tetap melakukan tes dan bekerja sama dengan pihak medis kejiwaan.

Menurut Arsya, baik korban maupun pelaku telah dilakukan perawatan medis. “Saat ini pelaku beserta dua korbannya tengah mendapat perawatan di RSU Graha Sehat Kraksaan” ujar Arsya.

Namun tak lama satu korban atas nama Sipul dinyatakan meninggal dunia saat dirawat. Korban meninggal karena 6 luka bacokan di bagian leher dan pelipis. Selanjutnya jenazah korban langsung dijemput keluarganya.

Sementara itu, pelaku juga akhirnya menyusul korban saat ia dalam masa perawatan. Pria ini meninggal pada Jum’at (16/12/2022) kemarin petang, pukul 17.55 WIB.

Pelaku meninggal saat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan. Ia sempat dirujuk dari Rumah Sakit Umum (RSU) Graha Sehat. (Din/RED)