Cemburu Kekasih Cipika-cipiki Dengan Transpuan, Seorang Wanita Jadi Korban Kekerasan

ilustrasi

Jakarta, BeritaTKP.com – Seorang wanita berinisial NA menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri yang diduga cemburu buta. Kejadian itu terjadi di Menteng, Jakarta Pusat, 29 Oktober 2022 lalu. Parahnya lagi, NA mengaku sampai disekap oleh pelaku, dipiting, diseret dan mengalami gegar otak ringan.

Laporan penganiayaan yang dialami oleh NA ini sudah sampai di meja Polres Jakarta Pusat, namun polisi belum juga menangkap pelaku yang masih bebas melenggang ke kantor.

Perilaku kekasih hatinya itu bermula karena NA mencium pipi teman transpuannya di sebuah acara pernikahan pada 29 Oktober 2022 lalu. Setelah acara pernikahan, NA pergi ke sebuah bar di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Di bar tersebut, NA cipika-cipiki (cium pipi kanan cium pipi kiri: red) dengan teman transpuannya.

“Nah di sanalah baru beberapa saat terus temenku berdatangan dan nggak tahu kenapa di hari itu dia bisa marah besar ketika aku say greetings, biasa cipika-cipiki hug udah, that’s it, itu aja dan sedihnya dia tidak minum, tidak keadaan mabuk dia bisa kayak gitu,” kata NA pada Minggu (18/12/2022).

Amarah kekasihnya, NA kemudian diseret hingga dipiting ke parkiran. Tak hanya itu, dia juga mengaku dibawa ke kos-kosan dan disekap oleh pacarnya.

“Ya udah dia marah, diseret, aku dipiting, cekik sampe ke parkiran lalu aku dibawa ke kosannya, aku disekap dari jam 2 pagi sampe jam 3 sore tanggal 30 Oktober lalu,” paparnya.

NA lalu meminta pertolongan kepada temannya. Setelah itu, ia melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Pusat.

“Aku kabur langsung istirahat dulu cari temenku, barulah dianter sama temenku ke polres laporan dan langsung visum di hari itu juga,” tambah dia.

NA juga melakukan visum ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dari hasil visum, dia mengalami gegar otak ringan.

“Langsung dilakukan visum di RSCM sampe jam 11 malam,” aku diam paparnya.

“Hasil visumku gegar otak ringan, sensor cahaya mataku kena, fraktur leher belakang sedikit,” imbuh dia.

Hingga saat ini, NA masih mempertanyakan kejelasan kasusnya. Ia menyebut pacarnya belum juga ditahan oleh polisi.

“Nah aku bingung visum langsung udah BAP aku udah setelah aku dirawat dan mendingan aku BAP terus saksi-saksi juga udah,” tuturnya.

“Entah kenapa sampe sekarang belum ditangkap. Orangnya masih ngantor dengan baik-baik saja,” jelasnya.

Wartawan mencoba menghubungi Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin, untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, Kombes Pol Komarudin belum merespon. (RED)