Kasus Perampasan Tas Berisi Rp5,2 Juta Milik Pemotor Mojokerto Ternyata Laporan Palsu

Mojokerto, BeritaTKP.com – Kasus pembegalan dari terlapor Dheny Cantona Hidayat (25) yang mengaku dirinya menjadi korban perampasan tas berisi uang sebanyak Rp 5,25 juta ternyata tidak pernah terjadi, bisa dibilang semua itu hanya karangan si pelapor. Warga Jalan Raya Teratai, Desa/Kecamatan Sooko, Mojokerto nekat membuat laporan palsu tersebut agar kasus pengancaman yang menimpa dirinya segera diungkap polisi.

Kanit Reskrim Polsek Sooko Iptu Abdul Wahib mengatakan Dheny melaporkan kasus perampasan itu pada Jumat (16/12/2022) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. Pihaknya bersama Tim Jatanras Satreskrim Polres Mojokerto pun melakukan olah TKP setelah menerima laporan korban.

Terlapor Dheny saat mengaku dan meminta maaf.

Selain itu, tim gabungan juga menggali keterangan dari Dheny dan kedua orang tuanya, pasangan Toharo Hidayat dan Siti Mufaridah. Bahkan, polisi memelototi rekaman CCTV di sekitar lokasi perampasan yang dilaporkan korban.

“Hasil olah TKP kami bersama Tim Jatanras Polres ada kejanggalan. Akhirnya pelapor (Dheny) kami periksa dan mengakui yang sebenarnya,” kata Wahib kepada wartawan di Mapolsek Sooko, Jalan Arteri Surabaya-Madiun, Senin (19/12/2022) kemarin.

Wahib menegaskan kasus perampasan tas berisi uang Rp 5,25 juta yang dilaporkan Dheny ternyata tidak pernah terjadi. Menurutnya, Dheny tak sampai dirampok, war Perumahan Pondok Teratai, Desa Sooko itu hanya sebatas dihadang 2 pria di Jalan Raya Teratai pada Jumat (16/12/2022) lalu, sekitar pukul 00.20 WIB.

Dheny mengaku kenal dengan salah seorang pelaku sekitar 5 tahun lalu di sebuah warung kopi. Kepada dirinya, pria bernama Gendut tersebut meminta ia menceraikan istrinya. Pelaku juga mengancam jika Dheny melapor ke polisi, akan terjadi sesuatu kepada istrinya. Ketika itu, Gendut sempat menampar pipi kanan Dheny.

“Setelah itu, Gendut pergi diboncengkan temannya yang tidak dikenal mengendarai sepeda motor Honda Scoopy tanpa mengambil tas dan barang apapun milik pelapor,” jelasnya.

Menurut Wahib, Dheny nekat membuat laporan palsu agar pengancaman yang ia alami segera diungkap polisi. “Motif pelapor merekayasa kejadian yang dialaminya tersebut agar kasus yang dilaporkan lebih mendapat atensi kepolisian dan pelaku agar cepat ditangkap,” ungkapnya.

Wahib menegaskan pihaknya tetap menyelidiki dugaan pengancaman yang dialami Dheny. Pihaknya berencana menggali keterangan dari istri pelapor tentang sosok Gendut. Sebab, pelapor tidak mengetahui alamat terduga pelaku.

“Untuk sanksi (bagi Dheny yang membuat laporan palsu) kami menunggu petunjuk dari pimpinan, dari Polres Mojokerto,” tandasnya.

Sebelumnya, Dheny melapor ke Polsek Sooko karena mengalami perampasan di Jalan Raya Teratai, Jumat (16/12/2022) sekitar pukul 00.20 WIB. Ketika itu, ia mengendarai sepeda motor sendirian dari utara ke selatan atau dari arah Kota Mojokerto menuju rumahnya.

Sampai di Jalan Raya Teratai, Dheny mengaku dipepet 9 orang pemuda yang mengendarai 5 sepeda motor dari arah yang sama. Salah seorang pelaku berhasil menarik paksa tas elempang yang dipakai korban. Perampasan ini terjadi di jalan sepi karena kanan dan kirinya sawah. Jadi mulai dari sana, Dheny mengklaim gerombolan pemuda itu membawa kabur uang tunai dari dalam tasnya Rp 5,25 juta ke arah Kota Mojokerto. (Din/RED)