Wanita di Tulungagung Tewas Dalam Kamar Rumahnya, 10 Luka Tusuk Ditemukan

Tulungagung, BeritaTKP.com – Seorang wanita bernisial AK (23), warga asal Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya dengan luka tusukan di bagian dada sampai mengenai paru-paru.

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh ayah korban, pada Senin (19/12/2022) kemarin. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan genting dan jendela di kamar korban yang terbuka.

Petugas saat melakukan olah lokasi kejadian (rumah korban).

Guna mengetahui penyebab dari kematian korban, polisi telah merampungkan proses autopsi terhadap jenazah korban. dari hasil autopsi, ditemukan sebanyak 10 tusukan di bagian tangan, leher, dada, dan punggung. Selain itu polisi juga sudah meminta keterangan terhadap 6 orang saksi dalam kasus ini.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra mengatakan proses autopsi terhadap jenazah korban telah rampung kemarin malam. Total ditemukan 10 luka tusukan di bagian tangan, leher, dada dan punggung.

Salah satu luka tusukan tersebut mengenai paru-paru dan penyebabkan korban tewas. Kemungkinan luka tusukan ini berasal dari arah dada atau punggung. “Kalau melihat luka tusukannya mengenai paru-paru kemungkinan berasal dari dada atau punggung,” ujarnya, Selasa (20/12/2022).

Sebuah handhone milik korban juag dikabarkan menghilang. Dari keterangan saksi, diketahui korban memiliki 2 buah handphone, namun di lokasi kejadian hanya ditemukan satu handphone saja. Diduga handphone tersebut diambil oleh pelaku. Melihat dari jumlah luka tusukan ini, polisi menduga antara korban dan pelaku saling kenal. “Kalau sekilas tidak ditemukan unsur kekerasan seksual pada korban tapi ini masih membutuhkan pendalaman lagi,” tuturnya.

Sebanyak 6 orang saksi telah dimintai keterangan terkait kasus ini. Mereka merupakan pihak keluarga dan kerabat dekat. Mereka juga masih mendalami motif peristiwa pembunuhan tersebut. Polisi menduga pelaku merupakan orang dekat dan telah mengenal korban. “Kemungkinan pelaku masih merupakan orang dekat,” pungkasnya. (Din/RED)