Modus Ajak Mandi Bersama, Guru Honorer SD Cabuli 5 Bocah di Malang

Malang, BeritaTKP.com – Polsek Singosari Malang mendapatkan laporan bahwa pria berinisial MA (37), warga Singosari, Kabupaten Malang diduga telah mencabuli 5 anak di bawah umur. Laporan tersebut didapatkan polisi dari sejumlah orang tua korban yang kompak membuat pengaduan.

Gambar ilustrasi.

Salah satu kuasa hukum korban yakni Imam Hidayat menyayangkan perbuatan tersebut. Pasalnya, pelaku merupakan guru honorer di salah satu SDN Negeri di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. “Dia (MA) adalah guru honorer di salah satu SDN Negeri di Kabupaten Malang,” ujar Imam saat ditemui awak media di kantornya Jalan Jendral Ahmad Yani Utara, Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang pada selasa (20/12/2022) kemarin.

Kuasa Hukum korban yang lain, Anisatul Istiqomah Fadhilah menambahkan bahwa dugaan pencabulan itu telah dilakukan predator anak itu kepada 5 korban sejak tahun 2019 hingga tahun 2022. “Umur anak-anak ini beragam. 8 hingga 13 tahun. Mereka dicabuli sejak tahun 2019 hingga 2022,” kata Anisa.

Perbuatan menyimpang itu pertama kali diketahui oleh salah satu guru yang melihat korban kurang fokus saat pelajaran. Apalagi saat itu korban akan mengikuti lomba olimpiade. “Saat ditanya guru, anak itu cerita jika telah dicabuli. Hal itu kemudian ditelusuri lebih jauh dan ternyata ada 5 anak yang menjadi korban dugaan pencabulan. Mirisnya dua di antaranya masih keluarga pelaku,” terang Anisa.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Singosari pada 16 November 2022 lalu. Anis menarangkan, modus pelaku melakuka aksinya dengan beragam cara. Salah satunya yaitu dengan meminta korban mandi bersama saat berada di rumah pelaku. Bahkan anak pelaku yang juga masih anak-anak juga turut diajak.

Berdasarkan keterangan korban, pelaku sudah melakukan pencabulan lebih dari satu kali kepada setiap korban. Fadhilah menyebutkan bahwa pelaku melakukan pencabulan secara berkelanjutan sejak 2019 hingga 2022.

Hal ini semakin dibenarkan, setelah korban dilakukan visum. Hasil dari visum tersebut menunjukkan bahwa 2 korban di antaranya telah mengalami pecah selaput darah.

Saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh pihak Polres Malang. Terduga pelaku juga telah ditangkap oleh petugas kepolisian. (Din/RED)