Pelajar SMA Tersangka Penyodoman Bocah 5 Tahun di Probolinggo Dijebloskan ke Penjara

Probolinggo, BeritaTKP.com – Kepolisian kini sudah menetapkan remaja pelajar kelas 3 SMA di Kabupaten Probolinggo sebagai tersangka dalam kasus penyodoman terhadap anak 5 tahun. Selain ditetapkan sebagai tersangka, pelajar berinisial A tersebut juga telah dipenjara.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan penetapan tersangka dan penahanan ini dilakukan usai pihaknya memperoleh bukti yang cukup terkait kasus sodomi tersebut. “Dirasa bukti cukup, kami melakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap A. Selanjutnya, akan segera kami limpahkan (berkas perkara) ini ke kejaksaan,” katanya, Selasa (20/12/2022) kemarin.

Polisi saat menunjukkan barang bukti yang berkaitan dengan kasus penyodoman pelajar kelas 3 SMA terhadap anak 5 tahun di Probolinggo.

Teuku Arsya mengungkapkan, aksi penyodoman yang dilakukan A tersebut terjadi pada Jum’at (4/11/2022) lalu, sekitar pukul 11.50 WIB. Dimana pada saat itu, korban diajak tersangka ke kandang ayam milik tersangka dengan modus ajak melihat ayam. Lokasinya tak jauh dari rumah tersangka dan rumah yang dikontrak oleh orang tua korban, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Setibanya di kandang, korban tak melihat satu ekor pun ayam. Kandang ayam dalam kondisi kosong. Di saat itu pula, tersangka melakukan penyodoman dengan menggunakan sampo sembari membungkam mulut korban.

“Korban ini memang tetangga tersangka. Sehingga Korban banyak berinteraksi dengan tersangka,” paparnya.

Usai melakukan perbuatan keji itu, tersangka mengancam korban agar tidak bercerita ke siapapun. Korban pun kembali pulang ke rumah dan langsung tidur. Setelah bangun dari tidurnya, korban tak tahan menahan rasa sakit akibat perbuatan tersangka.

Korban terus menangis. Hal tersebut memantik rasa curiga orang tuanya. “Orang tuanya menanyakan apa yang terjadi kepada korban. Meski ketakutan, korban akhirnya bercerita apa yang dialaminya,” terangnya.

Orang tua korban sontak terkejut mendegar cerita korban. Tak terima atas perbuatan yang dilakukan tersangka, orang tua korban melaporkannya ke Unit PPA Polres Probolinggo, Sabtu (5/11/2022) lalu.

Usai mendapat laporan, polisi berupaya menindaklanjutinya. “Memang penanganannya butuh waktu, mengingat korban dan tersangka anak di bawah umur. Kami melakukan penanganan khusus. Kami melakukan pendampingan juga,” urainya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pronbolinggo, AKP Rahmad Ridho Satrio menyebut dalam pendampingan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Porbolinggo. Selain juga, pihaknya juga menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang untuk menangani perkara ini.

Mencakup dalam Pasal 76 E juncto Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan ke 2 UU RI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Korban diancam dengan hukuman 15 tahun penjara.

Saat diinterogasi, A mengaku kepada petugas sering kali menonton film dewasa secara daring. Bahkan, film porno yang ditonton tersangka berkategori sesama jenis. “Berdasar hasil penyelidikan, faktor yang memicu tersangka melakukan perbuatan pencabulan (sodomi) adalah kebiasaan menonton film porno. Terutama film porno sesama jenis,” kata AKBP Teuku Arsya Khadafi.

Arsya menyebut, tersangka sudah dua kali melakukan tindak pencabulan terhadap korban, AR. “AR sudah dua kali menjadi korban pencabulan oleh tersangka,” sebutnya. (Din/RED)