Cegah Timbulnya Banyak Korban Jiwa, BPBD Banyuwangi Pasang Alat Pendeteksi Tsunami

Banyuwangi, BeritaTKP.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi terus melakukan segala upaya untuk mengurangi risiko bencana (mitigasi) yang ada di wilayahnya. Upaya pengurangan risiko dan korban bencana dibantu dengan alat canggih. Salah satunya yaitu dengan pemasangan Warning Receiver System (WRS) dan Early Warning System (EWS).

Alat-alat ini dipasang di Kantor BPBD Kabupaten Banyuwangi yang beralamat di Jalan Jaksa Agung Suprapto No 71. Alat ini berguna untuk mengurangi risiko korban bencana gempa bumi dan tsunami. “Alat tersebut juga bisa mendeteksi dini tsunami,” ujar Mujito, Kalaksa BPBD Banyuwangi, Kamis (22/12/2022).

Alat yang dipasang itu akan menginformasikan secara cepat jika terjadi tsunami. “Dengan demikian pejabat berwenang dapat segera mengambil keputusan untuk disampaikan kepada instansi terkait. Masyarakat bisa dievakuasi ke tempat yang lebih aman dari tsunami,” ungkapnya.

Dengan adanya informasi peringatan dini bisa meminimalisasi risiko gempa dan tsunami yang sewaktu-waktu terjadi di Banyuwangi. “Jika ada peringatan dini, langsung kita informasikan. Nantinya, masyarakat bisa langsung melakukan evakuasi dan penyelamatan sebelum terjadi bencana,” ujarnya.

Mujito menyampaikan, alat ini diperlukan untuk menyiapkan peringatan dini sekaligus mengurangi risiko bencana alamt dengan melibatkan berbagai pihak dan pemanfaatan teknologi yang baik.

Selain WRS, Banyuwangi juga telah memasang 8 unit alat pendeteksi gempa berupa Early Warning System (EWS) di sejumlah pantai Banyuwangi selatan. EWS akan memberikan peringatan dini berupa bunyi sirene jika terjadi gempa yang berpotensi tsunami.

Empat alat EWS terpasang di pesisir pantai selatan, yakni di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Dua sisanya terpasang di Pantai Lampon dan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.

Empat EWS lainnya terpasang di Selat Bali, mulai dari Pelabuhan Muncar dan Pantai Satelit, Desa Tembokrejo. Sisanya dipasang di Balai Desa Blimbingsari dan kantor Kelurahan Kampung Mandar.

Mujito menjelaskan, Pemkab Banyuwangi telah beberapa kali memberikan pelatihan terhadap masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar pesisir pantai Banyuwangi bagian selatan. Jikalau alat EWS ini berbunyi, berarti pertanda terjadi gempa yang berpotensi tsunami. Lewat pemberitahuan tersebut, warga bisa langsung mencari lokasi yang aman.

Perlu diketahui, Banyuwangi memiliki garis pantai sepanjang 175 Km sehingga dinilai berpotensi terjadi tsunami. Berdasarkan catatan sejarah, Banyuwangi pernah dilanda tsunami pada 2 Juni 1994. Gempa bumi pada tahun tersebut merupakan gempa bumi dengan disusul tsunami setinggi 13 meter menghantam pesisir selatan Banyuwangi hingga membuat 200 nyawa melayang. (Din/RED)