361 Narapidana Beragama Kristen/Katolik di Jatim Mendapatkan Remisi Khusus Natal 2022

Surabaya, BeritaTKP.com – Sebanyak 361 narapidana (napi) yang memeluk agama Kristen/Katolik di Jawa Timur (Jatim) mendapatkan Remremisi khusus dalam perayaan Hari Raya Natal 2022. SK remisi ini diserahkan secara simbolis di Lapas I Surabaya, pada Minggu (25/12/2022) kemarin. Padahal sebelumnya, yang diusulkan mendapatkan remisi hanya 334 napi saja.

Teguh Wibowo Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim saat menyerahkan SK remisi secara simbolis di Lapas I Surabaya.

“Selisih antara yang diusulkan sebelumnya dengan realisasi dikarenakan proses pemberian remisi ini sudah berbasis elektronik, sistem secara otomatis akan menambahkan narapidana yang memang sudah memenuhi syarat yang ada,” ujar Teguh Wibowo Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim usai memberikan SK Remisi Khusus Natal secara simbolis di Lapas I Surabaya, Minggu (25/12/2022) kemarin.

Teguh menjelaskan pengusulan data berdasarkan pada Sistem Database Pemasyarakatan dilakukan pada 2 Desember 2022 lalu. Namun, saat realisasi pada 20 Desember lalu, Ditjen Pemasyarakatan membuka kembali portal usulan.

“Dengan data yang terbaru, banyak narapidana yang sudah memenuhi syarat dan secara administrasi lengkap, kemudian ada perbaikan data narapidana untuk bisa segera diusulkan ulang,” jelas Teguh.

Remisi yang diberikan kali ini bervariasi karena sifatnya khusus. Paling singkat hanya 15 hari saja, dan paling lama dua bulan. “Ada yang dapat remisi khusus sebagian, ada juga lima orang yang bisa langsung bebas,” lanjutnya.

Teguh mengatakan mayoritas penerima remisi adalah dari narapidana yang terjerat kasus narkoba. Jadi jika ditotal, ada sebanyak 162 orang narapidana kasus narkotika yang mendapatkan remisi khusus sebagian.

“Sesuai amanat Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan, remisi diberikan kepada seluruh warga binaan tanpa diskriminasi,” terangnya.

Sisi keuntungan yang didapat negara dalam pemberian remisi ini, yaitu negara bisa berhemat dari biaya bahan makanan. Jika dihitung berdasarkan perkalian antara jumlah narapidana yang mendapatkan remisi, lama remisi dan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan untuk Provinsi Jawa Timur sebesar Rp20.000, maka negara akan berhemat ratusan juta rupiah. “Total yang dihemat dari pengadaan bahan makanan adalah Rp214.200.000,” jelas Teguh. (Din/RED)