Beli Rokok Pakai Uang Palsu di Toko Malang, Pasutri Ini Dibekuk Polsek Pakisaji

Malang, BeritaTKP.com – Anggota unit Reskrim Polsek Pakisaji amankan dua orang tersangka dalam kasus pengedaran uang palsu di wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Jum’at (23/12/2022) lalu. Dua orang tersangka tersebut masing-masing berinisial JF (22), laki-laki asal Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, dan istrinya berinisial SM (20), warga Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik menyampaikan kasus ini berawal kecurigaan adanya dugaan uang palsu. “Awalnya terjadi percekcokan antara pedagang dengan mereka, karena uang yang dipakai pembayaran itu (diduga) palsu,” terangnya, Minggu (25/12/2022) kemarin.

Kedua tersangka ditangkap usai seorang pedagang yang membuka usaha toko pracangan mencurigai dengan uang yang dipergunakan mereka untuk membeli rokok di tokonya. Korban pun memberanikan diri untuk menanyakan keaslian uang tersebut, tetapi oleh pelaku malah dibantah sehingga sempat terjadi keributan di toko korban.

Korban curiga saat tersangka membayar dengan uang pecahan Rp 50 ribu, saat diraba dan diterawang sepertinya palsu. Tak lama, polisi segera mendatangi tempat kejadian sesaat setelah dihubungi korban. Kedua tersangka sempat berusaha kabur ketika didatangi petugas kepolisian. “Modus yang digunakan pelaku adalah membeli barang dengan uang palsu pada malam hari dan berharap mendapat kembalian uang asli,” kata Taufik.

Lewat laporan tersebut, lanjut Taufik, unit reksrim Polsek Pakisaaji langsung mengamankan keduanya. Dari tangan pelaku, polisi telah menyita 14 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu dengan nomor seri ganda, 1 telepon genggam dan 2 bungkus rokok yang baru dibeli.

Menurut pengakuan tersangka saat diamankan di Polsek Pakisaji, keduanya bisa mendapatkan uang palsu dengan cara membeli dari seseorang di media sosial. Pembayaran uang palsu dilakukan tersangka menggunakan uang elektronik, lalu barang dikirim melalui jasa pengiriman barang.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Taufik menghimbau kepada para pedagang agar lebih teliti saat menerima uang dari pembeli. “Para pedagang harap lebih berhati-hati, karena pelaku biasanya mengambil kesempatan pada saat kondisi ramai menjelang hari raya atau tahun baru seperti saat ini,” papar Taufik.

Akibat dari perbuatannya tersebut, para pelaku dikenakan pasal 245 KUH Pidana, tentang tindak pidana mengedarkan uang palsu. (Din/RED)