Lantaran Kesal Dibangunkan Untuk Solat Subuh, Pria di Kediri Tega Bacok Ayahnya

Kediri, BeritaTKP.com – Seorang pria bernama Awin Julianto (32), warga Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, tega membacok ayah kandungnya lantaran marah dirinya dibangunkan di pagi hari untuk salat subuh. Akibatnya, sang ayah, Heri Santoso (67), menderita luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.

Peristiwa pembacokan tersebut berlangsung pada Minggu (25/12/2022) pagi lalu, dimana korban berniat membangunkan anaknya di pagi buta sekitar pukul 03.00 WIB, tujuannya, meminta agar sang anak bersiap melaksanakan salat subuh.

Korban Heri Santoso saat mendapatkan perawatan medis.

Namun tak disangka olehnya, sang anak Awin tiba-tiba marah. Bukannya menuruti sang ayah, dia justru meraih sebilah parang, kemudian dibacokkan ke badan Heri. Bacokan tersebut mengenai beberapa bagian tubuh sang ayah.

Mengapa Awin bertindak senekat dan sebrutal itu? “Ini yang kami kembangkan. Untuk sementara pelaku kami tahan.  Namun, informasi awal, si pelaku mengidap gangguan jiwa,” aku Kapolsek Pagu AKP Agus Sudarjanto.

Agus mengatakan, informasi soal gangguan kejiwaan itu justru datang dari sang ayah, yang jadi korban, itu. Namun, pengakuan itu belum bisa dijadikan kesimpulan akhir. Karena polisi butuh melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku.

Agus menambahkan, sementara ini memang terbukti pelaku membacok korban yang merupakan ayahnya sendiri. Namun untuk sekarang pelaku masih ditahan terlebih dahulu.

Perwira berpangkat tiga balok di pundak itu melanjutkan, konon, Awin mengalami gangguan kejiwaan sejak tiga tahun lalu. Tepatnya setelah dia keluar dari pekerjaannya di Surabaya. “Setelah keluar kerja, menganggur. Lalu juga ada informasi semakin depresi karena ibu kandung meninggal,” terang Agus.

Untuk motif pembacokan, Agus mengatakan sementara adalah rasa kesal yang dipicu masalah sepele. Yaitu karena Heri membangunkan Awin agar bersiap-siap salat Subuh. Terkait apakah ada motif tambahan, dia belum bisa menjelaskan. “Sementara tetap kami tahan dan kami lakukan pengembangan,” kilah Agus.

Bila terbukti bersalah, Awin bakal dijerat dengan Pasal 351 KUHP. Pasal itu tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka. Untuk barang bukti petugas menahan satu bilah parang yang digunakan pelaku.

Sementara itu, informasi awal Heri sempat dirawat di RS Aura Syifa Pagu. Namun, kemarin dia disebutkan sudah pulang. Berdasarkan informasi yang didapatkan, keluarga ini sejatinya tinggal di Kelurahan Balaskrumpik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya. Di Pagu keduanya tinggal di rumah kerabat. (Din/RED)