Gegara Motor Mogok, 2 Remaja Pelaku Tawuran Berhasil Diamankan Warga

ILUSTRASI

TANGERANG, BeritaTKP.com – Gegara motor mogok, dua remaja berinisial JMM dan AS ditangkap warga saat hendak kabur pasca melakukan aksi tawuran di Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Warga sekitar merasa geram karena aksi dua pemuda dan kelompoknya itu meresahkan masyarakat setempat.

Kapolres Metro Tangerang kota Kombes Pol Zain Dwi menjelaskan, awalnya kedua remaja itu berangkat dari Karawaci bersama dua rekannya yang lain menggunakan dua sepeda motor untuk main di Wilayah Sepatan, Kabupaten Tangerang.

“Saat di Taman Kota Sepatan sekitar pukul 12.00 WIB mereka dijemput oleh rekan lainnya sebanyak lima orang lalu diajak ke Desa Sarakan, Sepatan,” ungkap Kombes Zain, Selasa (27/12/2022).

Rupanya di Desa Sarakan itu sudah ada 15 orang lainnya, dan mengajak minum miras serta mengkonsumsi obat terlarang. Mereka lalu membuka akun Instagram kelompok lain, dan mengajak tawuran.

“Sambil minum, mereka membuka akun Instagram kelompok mereka bernama Independen 28 Sepatan. Selanjutnya janjian dengan kelompok lain, yakni akun Original Pisangan Cicere Sepatan untuk tawuran,” katanya.

Sesuai kesepakatan, 15 orang remaja itu kemudian menuju Jalan Raya Pakuhaji, Desa Sukadiri, menggunakan sepeda motor. Mereka juga membawa senjata tajam, bahkan sempat melukai warga yang sedang berada di lokasi tawuran.

“Warga yang geram berusaha membubarkan aksi tawuran dan mengejar para pelaku. Ada dua warga yang sempat tergores senjata tajam yang digunakan para pelaku,” tutur Kombes Zain.

Karena emosi warga, para remaja lari berhamburan menyelamatkan diri masing-masing. Sayangnya dua remaja JMM dan AS tertinggal karena motor yang digunakan tidak bisa dihidupkan alias mogok.

“Karena motornya mogok, dua remaja ini lari ke perkampungan warga, tepatnya di desa Mekar Kondang, Kecamatan Sukadiri, Mauk dan berhasil diamankan oleh sejumlah warga,” paparnya.

Kemudian, polisi yang mendapatkan laporan langsung menuju TKP dan berhasil mengamankan mereka. Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mencari pelaku lainnya yang membawa sajam, karena keduanya tidak ditemukan adanya senjata tajam.

“Keduanya langsung dibawa ke Polsek Pakuhaji untuk dimintai keterangan,” pungkas Kapolres. (red)