Cuaca Ekstrem, Akses Menuju Pulau Bawean Terhambat, Kapal TNI AL Dikerahkan

Gresik, BeritaTKP.com – Gelombang setinggi 2.0 meter yang diperkirakan akan berlangsung hingga januari 2023 mendatang menyebabkan pelayaran yang menghubungkan Kabupaten Gresik ke Pulau Bawean menjadi terhambat. Selain pelayaran, distribusi logistik sembako ke pulau tersebut juga terganggu. Dampak lainnya adalah pasokan listrik byar pet menipis karena terlambatnya pengiriman bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bawean.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPDB Jawa Timur, Gatot Soebroto mengaku pihaknya bakal mengerahkan Kapal milik TNI AL, yakni KRI dr Soeharso untuk mengirimkan bantuan maupun membantu lalu lintas masyarakat. “Bupati Gresik sudah berkomunikasi dengan TNI AL untuk menyediakan angkutan pelayaran dari Surabaya ke Bawean. Rencananya besok akan dikirim kapal dari (Pelabuhan) Perak ke Bawean,” kata Gatot, Rabu (28/12/2022) kemarin.

Gus Yani menuturkan, adanya intensitas hujan sedang dan lebat disertai petir serta angin kencang mengakibatkan transportasi laut lumpuh total. “Imbas cuaca buruk berdampak pada pergantian pemadaman listrik oleh PT PLN ULB Bawean guna menghemat persediaan bahan bakar,” tuturnya.

Cuaca ekstrem yang melanda tidak hanya membuat akses menuju bawean terputus. Di pulau dengan dua kecamatan tersebut juga terjadi banjir rob dan sejumlah jalan terputus, akibat tingginya curah hujan dan angin kencang. Gatot menjelaskan, KRI dr Soeharso nantinya akan membawa ratusan personel BPBD dan dinas terkait.

Mereka akan melakukan pendataan dan penanganan, serta membawa bantuan sembako yang dibutuhkan penduduk. Selain itu, kapal itu juga akan mengangkut sejumlah warga Bawean yang berada di Surabaya dan sekitarnya, yang khendak pulang ke kampung halamannya.

“Itu untuk mengangkut penduduk Bawean yang ada di Surabaya dan sekitarnya yang mau pulang, serta mengangkut personel BPBD, (Dinas) Perhubungan yang akan melakukan pendataan dan penanganan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Operator kapal cepat Express Bahari, Taufik membenarkan, transportasi laut menuju pulau berpenghuni sekitar 107 ribu jiwa tersebut tidak beroperasi sejak 23 Desember 2022. Ini lantaran cuaca laut memburuk, di mana gelombang tinggi disertai angin kencang. “Sampai saat ini cuaca masih belum kondusif. Kapal juga masih belum bisa beroperasi, karena masih cuaca buruk,” kata Taufik. (Din/RED)